Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lewat Kedai Kreatif Susu Kental Manis Frisian Flag, para Ibu dari Depok dan Bogor Kolaborasi Tingkatkan Keahlian

Kompas.com - 26/09/2022, 09:54 WIB

Di samping itu, anggota D’Ketan juga memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang sudah berpengalaman jualan kue, ada yang hanya sesekali berjualan, dan ada juga yang sama sekali baru di dunia kuliner.

“Solusinya adalah transfer pengetahuan dan selalu mengutamakan kesepakatan bersama, termasuk dalam hal menentukan harga jual!,” imbuh Ari Falatika.

Selain kekompakan, lanjut dia, D’Ketan memiliki sistem pendukung yang lengkap, mulai dari suami dan keluarga.

Baca juga: 5 Posisi Terbaik Meletakkan Kulkas di Dapur

“Kami ikut Dapur Ibu Bersama karena sama-sama suka memasak dan bagaimana caranya dari hobi itu juga bisa menghasilkan uang. Oleh karena itulah suami dan keluarga sangat mendukung,” tutur para anggota D’Ketan.

Selain itu, sebut mereka, fasilitator dari Kedai Kreatif Susu Kental Manis Frisian Flag® juga membantu memberikan endorse D’Ketan dengan konten-konten di media sosial (medsos). Hal ini membuat kreasi menu D’Ketan lebih terlihat.

Dari fasilitator yang diberikan, para ibu anggota D’Ketan berharap, kelompok mereka awet dan bisa mendirikan toko bersama di masa depan.

Lain dengan D’Ketan, kelompok Tenda 7 Sprinkles hadir dengan filosofi warna-warni karena anggota mereka berasal dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

Kelompok dari Bogor itu, dikenali atas keseriusan mereka membangun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) secara kolektif ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bogor.

Salah satu anggota Tenda 7 Sprinkles, Evi mengatakan bahwa kelompoknya tidak ingin berhenti dalam meningkatkan usaha sampai project mereka selesai.

Baca juga: KemenKopUKM: Transformasi Usaha Informal ke Formal Harus Dipercepat

“Terus terang kami tidak ingin berhenti sampai project selesai. Kami berniat meluaskan pasar dan istilahnya ingin naik kelas. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurus izin biar benar-benar diakui dan yakinkan kostumen bahwa kami itu punya izin. Kami itu ke depannya ingin menjadi pelaku UMKM yang sesuai standar,” katanya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.