Mungkin jenis Batik Maos itu hanya satu, tapi setiap motifnya memiliki kisah atau cerita yang berbeda-beda, misalnya motif Cebong Kumpul, motif Sakral, dan berbagai motif lain beserta ceritanya.
Selain itu, perbedaan lain Batik Maos ada pada proses pewarnaannya.
"Kita proses pewarnaan kita itu masih menggunakan sistem kerok. Jadi, zaman dulu itu masih memakai sistem kerok, kalau zaman sekarang kan sudah jarang," ungkap Euis.
Euis mengungkapkan bahwa usaha batiknya ini masih mempertahankan sisi tradisional Batik Maos. Hal ini disebabkan, proses itulah yang menjadi ciri khas batik.
Warna gelap yang mendominasi Batik Maos juga menjadi ciri lain yang membedakan dengan batik lain.
"Kita (mendapatkan) pengaruh Yogya ya jadi warnanya lebih ke gelap. Kita berbeda dengan Banyumas, tetangga sebelah. Mereka lebih banyak dapat pengaruh ke Solo, kalau kita lebih ke arah Yogya," pungkas Euis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang