Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menilik Potensi Bisnis Jasa Produk Virtual

Kompas.com, 10 Maret 2023, 17:46 WIB
Add on Google
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Salah satu pemilik warung kelontong asal Malang, Khusnia Fatmawati (36) berhasil meningkatkan usahanya setelah berjualan aneka produk virtual. Omzet yang diperoleh pun naik mencapai dua kali lipat.

Nia sapaan akrabnya, awalnya tertarik berjualan produk-produk secara virtual setelah melihat potensi pasar yang ada.

Kebutuhan masyarakat untuk pembelian token listrik, pulsa, pembayaran internet, BPJS Kesehatan dan lainnya sangat besar.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Endorse Produk ke Selebgram

"Tetangga-tetangga dulu kalau beli pulsa pasti di counter HP, terus beli token listrik di minimarket, sekarang enggak usah jauh-jauh, di warung saya bisa, jadi lebih dekat," kata Nia saat ditemui di Kota Malang dalam kegiatan Spesial Kumpul Juwara pada Jumat (10/3/2023).

Sebelumnya, Nia hanya berjualan produk-produk sembako dan kebutuhan harian lainnya. Namun, sejak 25 Januari 2019, aneka produk virtual menjadi usaha tambahannya dengan mengikuti program dari Mitra Bukalapak. Dia mengatakan, kini omzet setiap bulan yang diperoleh sekitar Rp 50 juta.

"Dulu sebelum jualan produk virtual, paling hanya Rp 20 juta sebulan. Memang sekarang yang paling laris orang kirim uang, karena warung saya kan dekat pabrik, itu banyak pegawainya yang kirim uang ke keluarganya," kata wanita asal Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu.

Salah satu produk virtual yang dilayaninya seperti jasa pengiriman uang. Setiap transaksi yang diperoleh, Nia rata-rata mendapatkan keuntungan senilai Rp 8.000.

Lebih lanjut, usahanya itu juga membuat saudara dan teman-temannya tertarik mengikuti jejaknya. Selain itu, kini ada lebih dari 400 pengguna aktif sebagai Mitra Bukalapak di Malang Raya yang tergabung dalam komunitas Juwara.

"Keuntungannya lebih memudahkan saya sebagai pemilik warung untuk berjualan, seperti grosir barang untuk dijual lagi, kalau dulu biasanya ke Pasar Besar Malang, sekarang diantar, kemudian produk yang dijual juga semakin banyak karena ada banyak produk virtual," katanya.

Baca juga: Astra Cari Anak-anak Muda yang Berkontribusi ke Masyarakat lewat SATU Indonesia Award

VP Mitra Operations & Commerce Mitra Bukalapak, Becquini Akbar mengatakan, misi dari Mitra Bukalapak menjadikan warung biasa dapat 'naik kelas' melalui cara edukasi. Komunitas Juwara hadir untuk mengakomodir para Mitra Bukalapak untuk saling berbagi pengalaman tentang berwirausaha.

"Malang menjadi salah satu daerah dengan potensi yang baik secara nasional. Secara pertumbuhan dan transaksi harian, Malang secara perkembangan bisnis cukup besar dibanding dengan daerah lain di Jawa Timur. Secara penyebaran warung atau mitra cukup besar, apalagi di area Kabupaten," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau