Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Antoni Auguswanto, Sukses Bisnis Pakaian Wanita Setelah Alami Kegagalan

Kompas.com, 12 Maret 2023, 09:05 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com - Merintis bisnis memang tak terbatas gender, seperti yang dilakukan Antoni Auguswanto (41). Meski seorang pria, ia justru sukses membangun bisnis pakaian wanita dan perlengkapan bayi dengan merek Femon Ritch.

Berawal dari runtuhnya bisnis percetakan yang telah ia bangun selama 15 tahun, Antoni banting setir menjadi dropshipper produk perlengkapan bayi.

“Tahun 2016 customer behavior sudah beda. Kita ke restoran enggak lagi dikasih menu tapi disodorin barcode. Teman kasih undangan juga bukan lagi fisik, tapi link undangan elektronik. Bisnis percetakan collapse,” tutur Antoni saat ditemui Kompas.com, Kamis (10/3/2023).

Baca juga: 6 Langkah Memulai Bisnis Pakaian yang Penting Diketahui

“Akhirnya kita coba jadi dropshipper perlengkapan bayi, karena kita berpikir setiap detik kan selalu ada bayi lahir,” sambungnya.

Di antara berbagai perlengkapan bayi, seperti baju tidur, bedong hingga gendongan, permintaan tertinggi rupanya adalah gendongan bayi.

Hal itu membuat Antoni yakin untuk memproduksi sendiri gendongan bayi. Apalagi selama menjadi dropshipper, ia tak pernah tahu kualitas produknya seperti apa. Selain itu, karena permintaan terus meningkat, ia tak bisa lagi hanya mengandalkan produk dari supplier.

“Saat itu belum banyak juga yang produksi gendongan, jadi kita fokuskan di situ,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, ia sadar bahwa bisnisnya harus terus berkembang. Maka, sejak pertengahan tahun lalu ia mulai mengembangkan varian produknya, dengan memproduksi berbagai model pakaian wanita, mulai dari baju ibu menyusui hingga baju sehari-hari yang bisa dipakai siapa saja.

“Baju yang diproduksi memang ada yang busui friendly, hijab friendly atau wudhu friendly, tapi merek kami tidak mengkhususkan diri di pasar itu. Jadi, yang bukan busui atau tidak berhijab juga bisa pakai,” terang Antoni.

Antusias pelanggan terhadap produk pakaian wanita tersebut sangat tinggi. Bahkan banyak pembeli yang repeat order.

Menurut Antoni, hal itu karena selain belanja gendongan untuk bayinya, para ibu jadi punya kesempatan membeli baju secara bersamaan.

Baca juga: 4 Cara Membangun Bisnis Pakaian Tanpa Modal

Live di berbagai platform jadi strategi Femon Ritch meningkatkan angka penjualan.KOMPAS.com Live di berbagai platform jadi strategi Femon Ritch meningkatkan angka penjualan.

Strategi bisnis

Diakui pria asal Bandung ini, di masa sekarang memiliki toko offline bukan sebuah keharusan. Ia mengatakan, berjualan secara online di sosial media dan market place lebih efektif dan efisien.

“Peran e-commerce menurut saya sangat besar, makanya saya bertahan sampai 7 tahun ini tanpa buka offline store. Jangkauannya sangat luas dan punya berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan,” ujar Antoni.

Salah satu fitur di sosial media dan market place yang bisa dimaksimalkan manfaatnya adalah fitur Live.

Baca juga: 5 Tips agar UMKM Sukses Bisnis di Bidang Fashion Pakaian

Dengan melakukan live secara rutin, akan membantu pelanggan melihat lebih jelas produk yang ditawarkan, mulai dari ukuran hingga tekstur bahan.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau