Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Ide Bisnis buat Anak Pesantren yang Bisa Hasilkan Keuntungan

Kompas.com, 19 Maret 2023, 10:24 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Jadi peluang mendapatkan cuan yang besar bisa lebih mudah. Ada banyak kolektor kaligrafi yang berani membayar mahal untuk karya bernilai seni tinggi, lho. Karena memang belum banyak yang memiliki keahlian menulis kaligrafi secara estetik.

Untuk satu kaligrafi, bahkan bisa terjual hingga jutaan rupiah tergantung dari nilai seni dan pembuatnya. Jika memang punya keahlian menulis kaligrafi secara estetik, tak ada salahnya untuk mulai menekuninya dengan lebih intens.

Karena karya kaligrafi bisa jadi ide bisnis yang cukup menjanjikan bagi para santri di pesantren.

6. Menjadi Konten Kreator

Tak sedikit generasi millennial yang berkeinginan untuk menjadi konten kreator, terutama di platform YouTube. Hal ini tentu tak lepas dari peluangnya yang bukan hanya menjanjikan tapi sangat menguntungkan.

Berada di lingkungan pesantren yang religius, tentu ada banyak hal yang bisa dijadikan sebagai konten untuk dibagikan ke kanal YouTube. Seperti belajar ngaji, bacaan ayat suci Al-Quran, keseharian di pesantren dan lain sebagainya.

7. Penulis Blog

Ide bisnis lainnya yang juga cukup menjanjikan cuan dan bisa dilakukan dengan mudah oleh para santri adalah menjadi penulis blog atau blogger.

Ide ini cocok untuk anak pesantren yang punya hobi menulis dan punya kreativitas. Pertama mulai dengan membuat blog pribadi yang berisi tulisan maupun informasi terkini dan bermanfaat bagi pembaca.

Selanjutnya blog akan dimonetisasi agar bisa menghasilkan cuan. Untuk itu penting untuk menjaga kualitas dan akurasi konten yang dibuat.

Bisnis ini bisa dikerjakan di sela-sela waktu istirahat dan tidak akan menyita waktu belajar atau aktivitas yang lain. Dengan menjadi penulis blog, ini juga akan membuat santri lebih terlatih untuk menjadi seorang pemikir.

Ide bisnis untuk anak pesantren cukup banyak, semuanya memiliki peluang yang menjanjikan jika dilakukan dengan komitmen dan fokus. Dengan memulai bisnis saat masih belajar di pesantren, bisa membuat santri menjadi lebih mandiri secara finansial sejak dini.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau