Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Tentukan Biaya Pengiriman agar Bisnis Tidak Merugi

Kompas.com - 16/04/2023, 21:09 WIB
Rheina Arfiana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber jurnal

Sementara pengiriman melalui antarmoda menggabungkan beberapa metode pengiriman dan mengarah pada kontainer khusus yang bisa dipindahkan secara efisien.

Baca juga: Jangan Ekspor Barang cuma Berlandaskan Kepercayaan...

4. Melakukan perbandingan dengan pesaing

Selanjutnya kamu bisa melakukan survei terhadap pesaing, sehingga bisa menentukan biaya pengiriman yang tidak terlalu jauh bedanya.

Apabila biaya pengiriman terlalu tinggi pelanggan akan memilih produk pesaing. Oleh karena itu, sebelum menetapkan biaya pengiriman, pastikan sudah membandingkan dengan harga pesaing.

Hal tersebut penting karena walaupun barang lebih murah, jika biaya pengiriman berbeda jauh dari pesaing, pembeli akan berpikir dua kali untuk menjadi loyal.

5. Memetakan lokasi pelanggan

Selanjutnya bisa memetakan lokasi pelanggan dengan membuat persenan berapa banyak pelanggan domestik dan pelanggan internasional.

Hal tersebut bisa membuatmu lebih teliti memilih layanan mana untuk digunakan. Terkadang pelanggan mau bayar biaya lebih supaya cepat sampai, tetapi lokasi pengantaran tidak memungkinkan jika terpencil.

Oleh karena itu, kamu harus teliti memetakan lokasi pelanggan hingga tidak salah memilih layanan pengiriman.

Baca juga: Bukan Hanya untuk Bisnis Besar, Begini Cara Ekspor Produk Jualan untuk UMKM

6. Pertimbangkan untuk memberi biaya pengiriman gratis

Apabila bisnis memiliki persaingan yang sangat ketat, kamu dapat memertimbangkan untuk memberi pelayanan pengiriman barang secara gratis.

Hal tersebut efektif jika produk yang dijual mempunyai keuntungan tinggi, karena bisa menutupi biaya pengiriman barang tersebut.

Akan tetapi, jika keuntungan yang diperoleh rendah, kamu bisa memberikan pengiriman gratis sesekali saja atau saat ada event tertentu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau