Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Ema Bisnis Sabun Handmade, Berawal dari WFH dan Punya Kulit Sensitif

Kompas.com, 25 Mei 2023, 07:00 WIB
Rheina Arfiana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar perusahaan menerapkan Work From Home (WFH). Kewajiban WFH juga dirasakan oleh karyawan swasta, Huda Fitri Amalia (33) atau kerap disapa Ema.

Saat WFH, Ema punya banyak waktu luang lantaran tak perlu menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) untuk pergi berangkat kerja.

Ema bercerita, dirinya memiliki kulit yang sensitif dan telah menggunakan sabun handmade cukup lama. Berbagai sabun handmade yang ia beli di marketplace telah dicoba.

Berangkat dari hal ini, akhirnya ia memutuskan untuk membuat sabun handmade sendiri karena merasa sabun tersebut digunakan untuk dirinya sendiri.

Baca juga: Dorong Siswa Berwirausaha, SMK Ini Berhasil Produksi Sabun Aroma Terapi

“Kemudian saya coba-coba nih membuat sendiri, meracik sendiri, mencari formulasi yang oke gimana. Nah karena waktu itu memang nggak punya niat untuk berjualan,” kata Ema ketika dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (23/5/2023).

“Jadi, masih saya bagi ke teman dan keluarga untuk mencoba, saya dikasih feedback dan akhirnya terus dikembangin. Dari sana, saya baru berani untuk menjual,” kata Ema.

Ia mengungkapkan, mulai berjualan sekitar bulan September tahun 2020 dan belum memiliki akun berjualan di marketplace. Pelanggan Ema hanyalah pelanggan yang mau dan tahu tentang bisnis ia saja.

Seiring berjalannya waktu, Ema mulai menggunakan platform marketplace dan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Lemon8 untuk membuat konten.

Baca juga: Kisah Noffa Fauziah, Ciptakan Produk Sabun Ramah Lingkungan

Akhirnya, sabun handmade yang bermerek Soap By Ems menjadi bisnis sampingan. Sabun yang ia buat menggunakan plant base oil seperti olive oil, coconut oil, dan sun flower yang dicampur bahan lain seperti madu, oatmeal, kopi dan lainnya.

Sabun handmade merek Soap By Emsdok.pemilik merek Soap By Ems Sabun handmade merek Soap By Ems

Selain itu, sabun handmade yang dibuat memiliki daya penyimpanan selama satu tahun setelah disesuaikan dengan kelembaban Indonesia.

Ema mengerjakan bisnis sabun handmade bersama suaminya. Ema sendiri di bagian produksi dan suami di bagian pengemasan dan hal lainnya.

Ketika ditanya masalah modal, Ema mengaku mengeluarkan uang sekitar Rp1 juta dari tabungan untuk membeli bahan-bahan dan peralatan.

Baca juga: Belajar Manfaatkan Komoditas Daerah, Siswa SMK Ini Hasilkan Sabun Aroma Terapi

“Untuk pendapatan selama satu bulan sebesar Rp4 juta dan bersihnya sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp3 juta karena memang saya belum bisa menerima banyak pesanan,” jelas Ema.

Hal yang membedakan produk sabun handmade dengan produk para pesaing adalah dirinya memberikan kesempatan pelanggan untuk mendesain dan memilih warna sendiri.

Untuk suvenir sabun, pelanggan bisa menyesuaikan dengan tema acaranya. Selain itu, sabun handmade lebih ramah lingkungan.

"Sabun handmade ini menariknya kita bisa sesuaikan bahan yang kita masukan. Untuk bahan sekarang saya pakai bahan-bahan natural. Misalnya ingin membuat sabun yang lebih melembabkan, saya tambahkan oatmeal dan almond milk,” jelas Ema.

Target pasar sabun handmade ini adalah wanita yang berumur 18 sampai 40 tahun. Sejauh ini sudah mengirimkan produk ke berbagai kota seperti Kalimantan dan Medan. 

Ema berharap bisa memperbesar skala produksi bisnis sabun handmade miliknya, memiliki workshop dan studio sendiri, menambah pekerja, dan membuat produk handmade lainnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau