Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puskesmas Cilandak Bantu Fasilitasi 100 NIB dan Sertifikat Halal untuk Pelaku UMKM

Kompas.com - 20/06/2023, 15:41 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Puskesmas Cilandak memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kalangan penjaja makanan, pelaku usaha catering, dan pengelola kantin sekolah di wilayah Cilandak.

Puskesmas Cilandak menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kecamatan Cilandak untuk program fasilitasi tersebut.

Kepala Satuan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Cilandak, Dr. Tri Novia Maulana mengatakan, fasilitasi NIB dan sertifikat halal dilakukan bersamaan dengan sosialiasi rutin terkait peningkatan wawasan tentang keamanan pangan untuk pelaku UMKM.

Menurut Novia, kegiatan sosialisasi sempat terhenti lantaran adanya pandemi Covid-19.

"Di tahun-tahun lalu, ada banyak masalah terkait keamanan pangan misalnya waktu kita periksa takjil, ada yang mengandung boraks dan formalin. Kemudian di sekolah, ada jajanan yang tak sehat lalu anak-anaknya jadi sakit sehingga mengganggu produktivitas," kata Novia saat ditemui dalam acara Sosialisasi Keamanan Pangan di RS Siloam, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (20/6/2023).

Baca juga: Ingin Punya Nomor Induk Berusaha? Ini Syarat dan Cara Memperolehnya

Novia melanjutkan, isu soal keamanan pangan tak melulu di sektor kesehatan. Lewat kegiatan sosialisasi kali ini, peserta mendapatkan pengetahuan soal sertifikasi halal dan perizinan usaha.

"Kita tak bisa menutup mata masih banyak pedagang makanan di sekolah, catering tak ada surat izin dan sertifikat halal. Padahal itu semua juga masih menjadi tanggung jawab kita di Kecamatan Cilandak. Jadi kegiatan hari ini adalah kegiatan kolaborasi antara Puskesmas Cilandak, KemenKopUKM, PTSP, dan pihak CSR yaitu RS Siloam," ujar Novia.

 Puskesmas Cilandak memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Usaha dan sertifikasi halal untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kalangan penjaja makanan, pelaku usaha catering, dan pengelola kantin sekolah di wilayah Cilandak. Puskesmas Cilandak menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kecamatan Cilandak untuk program fasilitasi tersebut.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Puskesmas Cilandak memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Usaha dan sertifikasi halal untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kalangan penjaja makanan, pelaku usaha catering, dan pengelola kantin sekolah di wilayah Cilandak. Puskesmas Cilandak menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kecamatan Cilandak untuk program fasilitasi tersebut.

Novia berharap, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Cilandak bisa menyajikan makanan yang aman serta mengetahui pentingnya NIB dan sertifikat halal. 

Novia menyebutkan, ada 100 peserta sosialisasi wawasan keamanan pangan yang difasilitasi untuk mendapatkan NIB dan sertifikat halal. Ia menargetkan, 100 peserta sosialisasi mendapatkan NIB dan sertifikat halal.

Baca juga: Pemerintah Dorong Sertifikasi Halal UMKM untuk Raih Peluang Pasar Dunia

Dalam acara sosialisasi wawasan keamanan pangan, KemenKopUKM membuka stan terkait pengurusan sertifikat halal. Sementara itu, DPMPTSP Kecamatan Cilandak membuka stan untuk pengurusan NIB.

"Hari ini karena ada KemenKopUKM buka stan untuk urus sertifikat halal, pihak koordinator pengelola kantin sekolah diambilkan dulu formulirnya, dibagikan ke pedagang, nanti diisi dan nanti dikirimkan ke KemenKopUKM. Targetnya semuanya (100 peserta) harus punya sertifikat halal sesuai instruksi pemerintah pada tahun 2023," kata Novia.

 Puskesmas Cilandak memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Usaha dan sertifikasi halal untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kalangan penjaja makanan, pelaku usaha catering, dan pengelola kantin sekolah di wilayah Cilandak. Puskesmas Cilandak menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kecamatan Cilandak untuk program fasilitasi tersebut.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Puskesmas Cilandak memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Usaha dan sertifikasi halal untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kalangan penjaja makanan, pelaku usaha catering, dan pengelola kantin sekolah di wilayah Cilandak. Puskesmas Cilandak menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kecamatan Cilandak untuk program fasilitasi tersebut.

Kepala Unit Pelaksana PTSP Kecamatan Cilandak, Lindawaty mengatakan, NIB perlu dimiliki pelaku UMKM untuk mendapatkan legalitas dan diakui oleh pemerintah. Selain itu, pelaku UMKM yang punya NIB bisa mendapatkan kesempatan bantuan dari pemerintah.

"Mereka yang punya NIB bisa akses program pelatihan gratis dan peningkatan kewirausahaan. Mereka juga bisa dapat kesempatan akses perbankan," ujar Lindawaty saat ditemui di sela-sela acara sosialisasi.

Lindawaty menyebutkan, pelaku UMKM sering terkendala mengurus NIB karena sibuk mengurus usahanya. Selain itu, pelaku UMKM juga terkendala dengan pengurusan NIB secara daring.

"Ternyata UMKM itu perlu pendampingan dan sosialisasi terkait pengurusan NIB sehingga mereka mendapatkan kemudahan," kata Linda.

Baca juga: 560 Pelaku UMKM Surakarta Terima 560 Nomor Induk Berusaha

Sementara itu, Kepala Provinsi Halal Center Cendikia Muslim, Dini Ruhyati Wulandari mengatakan, sertifikat halal bisa meningkatkan nilai produk pelaku UMKM. Dengan adanya sertifikat dan label halal, pelanggan bisa semakin percaya dengan produk hasil pelaku UMKM.

"Ketika kita ada label halal, bahan-bahan makanan sudah terverifikasi (halal). Karena tidak mungkin sertifikasi halal keluar kalau tidak mencantumkan bahan-bahan," kata Dini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau