Penulis
“Kapasitas tempatnya luas, wifi kencang, ruang full AC, termasuk di dalam meeting room dan smoking room, dan ambience-nya enak,” jelas Ardi.
Namun di tengah naiknya tren ngopi, pandemi Covid-19 melanda, yang mana menjadi tantangan baru bagi setiap pelaku usaha, tak terkecuali Ardi.
Berbagai upaya dilakukan untuk memertahankan usahanya, termasuk dengan mengandalkan digitalisasi.
“Saat itu untungnya sudah kerja sama dengan GoFood. Jadi sangat terbantu. Meski orang-orang tidak datang langsung ke coffee shop, tapi mereka tetap bisa beli dari rumah,” ucapnya.
Ia mengakui, sejak bergabung bersama GoFood sebelum pandemi Covid-19, bisnis Cold N Brew mampu tumbuh 20% dari tahun sebelumnya. Sementara, saat pandemi Covid-19, GoFood membantu meningkatkan omzet yang turun.
Setelah kembali bangkit dari pandemi Covid-19 dan hampir 7 tahun berdiri, Cold N Brew kini telah memiliki 13 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti Klaten, Yogyakarta, Semarang, Karanganyar, hingga Medan.
Baca juga: Cerita Teuku Bawadi Memulai Bisnis Kopi karena Suka Traveling
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang