Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Sriekandi Patra Bangkitkan Semangat Hidup Penyandang Disabilitas

Kompas.com, 4 November 2023, 14:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

BOYOLALI, KOMPAS.com – Pemuda berambut pendek itu duduk bersila bersama empat perempuan lainnya di pojok rumah. Sambil memegang kuas dan secarik kain putih bermotif batik, ia selalu berceloteh. Di depannya, asap putih dari lilin batik yang mendidih, mengepul dari wajan berukuran kecil. Kuasnya ia celupkan dan goreskan ke kain dengan sedikit bergetar.

Para perempuan masing-masing memegang canting dan secarik kain. Canting berisi cairan malam digoreskan ke kain secara perlahan dengan penuh kehati-hatian. Sesekali, canting ditiup saat di dekat mulut.

Pemuda itu adalah Darmawan Fadli Abdul Syukur (19) atau akrab disapa Wawan. Wawan dan empat perempuan itu adalah para anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) binaan PT. Pertamina. Wawan dan empat perempuan adalah para penyandang disabilitas di Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah.

Baca juga: Pertamina Kembali Gelar Pameran UMKM SMEXPO di 4 Kota, Catat Tanggalnya!

Empat perempuan yang bersama Wawan adalah Sri Sulastri, Lestari Budi Mulyani, Ririn Wahyuningsih, dan Siti Ma’rifatul Khasanah. Wawan merupakan penyandang Cerebral Palsy. Teman seperjuangan Wawan adalah tuna wicara, tuna rungu, dan tuna daksa.

Anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) sedang membatik di workshop di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). Sriekandi Patra merupakan sanggar binaan PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) sedang membatik di workshop di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). Sriekandi Patra merupakan sanggar binaan PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.
Wawan berkisah, dirinya lahir prematur hingga akhirnya dinyatakan mengalami Cerebral Palsy. Ia hanya bisa menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Menyandang status disabilitas, Wawan kerap dirundung oleh teman-temannya.

“Dulu saya sekolah biasa bukan di SLB jadi dianggap berbeda sama temen-teman, jadi di-bully,” kata Wawan saat berbincang dengan Kompas.com di sanggar Sriekandi Patra akhir Juli lalu.

“Sering pas lagi ngerjain tugas, buku diambil dan dicoret-coret sama teman. suka diancem dipukul. Suka dikatain. ‘kok pake kursi roda, enggak sama kaya kita’. Pernah juga dikunciin di luar kelas waktu terlambat datang sekolah,” tutur Wawan 

Baca juga: Pertamina Kembangkan Program Desa Mandiri Energi untuk Dukung Transisi Energi

Wawan pernah bercita-cita menjadi tentara dan atlet badminton. Namun, cita-cita itu tak mungkin ia gapai dengan kondisinya. Wawan pun memilih menjadi pembatik.

“Sekarang ingin jadi pembatik aja. Karena pekerjaannya sudah pasti dan realistis. Kan jadi atlet susah,” ujar Wawan sambil tertawa.

Penyandang disabilitas tuna daksa sekaligus anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) Darmawan Fadli Abdul Syukur (19) atau akrab disapa Wawan memegang kuas untuk mewarnai batik tulis buatannya di workshop di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). Sriekandi Patra merupakan sanggar binaan PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Penyandang disabilitas tuna daksa sekaligus anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) Darmawan Fadli Abdul Syukur (19) atau akrab disapa Wawan memegang kuas untuk mewarnai batik tulis buatannya di workshop di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). Sriekandi Patra merupakan sanggar binaan PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.

Berkat membuat batik, Wawan bisa punya penghasilan dan bisa pergi ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Pengalaman pertama Wawan naik pesawat juga karena ikut pameran batik di Jakarta. Ya, batik bak oase dalam kebangkitan hidup Wawan.

“Bisa jajan dan bisa bantu kebutuhan rumah juga dari batik. Kalau dapat uang, bisa kasih uang ke ibu. Kadang kasih Rp 400.000 per bulan,” ujar Wawan.

Baca juga: Hingga Hari Kedua TEI 2023, UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp7 Miliar

Wawan dan rekan-rekannya bisa menyelesaikan 1-3 kain batik dalam sebulan tergantung kesulitan motif. Harga batik karya Sriekandi Patra dijual mulai Rp600.000.

Bangkit untuk Semangat Hidup dan Mandiri

Penyandang disabilitas tuna daksa sekaligus anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) Darmawan Fadli Abdul Syukur (19) atau akrab disapa Wawan memamerkan karya batik tulis buatannya di workshop di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). Sriekandi Patra merupakan sanggar binaan PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Penyandang disabilitas tuna daksa sekaligus anggota Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) Darmawan Fadli Abdul Syukur (19) atau akrab disapa Wawan memamerkan karya batik tulis buatannya di workshop di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). Sriekandi Patra merupakan sanggar binaan PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.

Wawan dan rekan seperjuangannya kini ada di titik balik hidup. Sebelum bergabung dengan Sriekandi Patra, hidup mereka terkungkung dalam keterbatasan. Wawan hidup dalam ancaman perundungan, dan rekan-rekan Wawan yang tak bersekolah lantaran ada keterbatasan.

Wawan mengisahkan, dirinya tak pernah terpikirkan menjadi pembatik. Ia tak memiliki bakat dan pengetahuan soal membatik. Kisah hidupnya sebagai pembatik berawal dari pendekatan para relawan Sriekandi Patra.

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau