Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaatkan Rotan dan Kayu Jadi Produk Furnitur, Rizal Berhasil Ekspor ke Timur Tengah

Kompas.com, 22 Desember 2023, 11:53 WIB
Add on Google
Nur Wahyu Pratama,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam  melimpah. Salah satunya rotan. Diperkirakan sebanyak 80 persen bahan baku rotan di seluruh dunia dihasilkan dari Indonesia.

Melansir laman Kemenperin.go.id, Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua merupakan daerah penghasil rotan di Indonesia dengan jumlah 622.000 ton/tahun.

Oleh karena itu, pemanfaatan bahan baku rotan menjadi suatu produk perlu dilakukan, sehingga rotan mempunyai nilai tambah.

Baca juga: Difasilitasi PTBA, Zailani Angkat Ekonomi Masyarakat lewat Usaha Pembibitan Pohon

Hal ini dilakukan oleh Rizal Hikmatiar, Presiden Direktur Roka Collection yang sudah dirintis sejak tahun 2018. Ia memanfaatkan bahan baku kayu dan rotan dalam membuat produk furnitur.

“Roka itu singkatan dari Rotan dan Kayu, tapi semakin ke sini saya ingin menggunakan serat alam lainnya seperti bambu dan eceng gondok,” kata Rizal (30) saat ditemui Kompas.com pada acara Brilianpreneur 2023 di JCC, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sempat Vakum

Pada tahun 2018, usaha yang dirintis oleh Rizal sempat terhenti dan mulai eksis kembali pada tahun 2021.

“Kami vakum karena tidak mempunyai target pasar dan sempat labil juga, mau lanjut atau tidak. Jadi, saya jeda produksi untuk menjernihkan pikiran, agar bisa mendapatkan konsep baru yang lebih fresh,” ucap Rizal.

Baca juga: Kisah Anis, Kembangkan Bisnis Pelana Kuda Satu-satunya di Yogyakarta

Produk Roka Collection (2)Nur Wahyu Pratama Produk Roka Collection (2)

Lebih lanjut Rizal mengatakan, ketika usahanya vakum, dirinya pernah bekerja di salah satu brand furnitur. Ia kemudian mendapat inspirasi untuk melanjutkan usahanya.

Pada tahun 2021, Rizal juga mendapat modal sebesar Rp 25 juta untuk melanjutkan Roka Collection.

Produksi di Beberapa Daerah

Rizal dibantu oleh ketiga karyawannya dalam menjalankan usaha Roka Collection. Selain itu, ada juga tujuh pengrajin dari luar daerah yang membantunya.

“Beberapa produk kami tidak hanya diproduksi di Tangerang, ada juga yang di Majalengka dan Banyuwangi. Material kayu jati kami ada yang diambil dari Banyuwangi, Jepara, Bojonegoro. Kalau rotan dan bambu kami dari Majalengka semuanya,” ungkap Rizal.

Setiiap pengrajin, dapat memproduksi kitchen wood atau peralatan makan sekitar 20 hingga 25 item per hari. Sementara itu, untuk produk furnitur hanya dproduksi satu produk dalam satu hari, bahkan ada yang satu produk memakan waktu tiga hingga lima hari.

Baca juga: Cerita Cefi Merintis Bisnis Celukba, Upaya Hadirkan Mainan Selain Gadget

Produk Roka Collection, Rizal HikmatiarNur Wahyu Pratama Produk Roka Collection, Rizal Hikmatiar

Ekspor Ke Negara Timur Tengah

Selain menyasar pasar lokal, Roka Collection juga sudah melakukan ekspor ke beberapa negara Timur Tengah, seperti Oman, Saudi Arabia, dan Kuwait.

“Bahkan kami sudah ekspor ke Korea juga saat pameran Trade Expo Indonesia (TEI). Kami juga sedang menyasar pasar Timur Tengah dengan menggunakan aplikasi Snapchat,” tutur Rizal.

Rizal mengaku, dalam sebulan omzet Roka Collection mencapai Rp 5 juta untuk penjualan lokal.

"Saya berharap, kami bisa mengikuti pameran internasional pada tahun 2024 ke Eropa,” katanya.

Ke depan, Rizal berencana mengadakan program latihan menganyam pada tahun 2024. Hal ini bertujuan agar adanya regenerasi pada generasi muda Indonesia.

“Saya mencoba bekerja sama dengan beberapa instansi dan sekolah untuk mengadakan pelatihan tersebut. Hal ini karena saya lihat generasi muda Indonesia tidak ada yang minat lagi dengan menganyam, sementara Indonesia butuh regenerasi penganyam muda tentunya,” jelas Rizal menutup pembicaraan.

Baca juga: Cerita Noki Prasixner Merintis Al Quran Leather, Bermula dari Keluhan Konsumen

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau