Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Pembiayaan Ekspor UKM, LPEI Kucurkan Pembiayaan Sebesar Rp 1 Triliun

Kompas.com, 21 Desember 2023, 12:32 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus berupaya menjadikan eksportir Indonesia sebagai pelaku usaha yang mampu bersaing di pasar global.

Kepala Divisi Strategi Komunikasi LPEI, Saur Maria Sidabutar mengatakan, LPEI mempunyai empat mandat, yaitu pembiayaan, penjaminan asuransi, dan jasa konsultasi yang sejalan dengan prioritas pemerintah yaitu penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM).

LPEI memiliki delapan jaringan kantor yang tersebar di Indonesia, yaitu satu kantor pusat di Jakarta, tiga kantor wilayah di Jakarta, Surabaya dan Surakarta, dan dua kantor cabang di Medan dan Makassar, serta tiga kantor pemasaran di Balikpapan, Batam, dan Denpasar.

Baca juga: Program Jagoan Lokal Bersama J&T Cargo Gelar Edukasi soal Social Commerce untuk UMKM

“LPEI punya tanggung jawab memastikan ekspor Indonesia melaju, pondasi ekspor terbangun kuat, memastikan pelaku usaha yang UKM bisa naik kelas yang tidak hanya berjualan di dalam negeri tapi di luar negeri, serta membangun sistem pendukung yang bisa mendorong ekspor, contoh penyediaan material, tenaga kerja, dan bahan baku,” lanjut Maria saat ditemui Kompas.com saat Briefing Media Tour LPEI di Yogyakarta pada Selasa (19/12/2023).

Sementara itu, Wahyu Bagus Yuliantok selaku Kepala Divisi Penugasan Khusus Ekspor menuturkan, selain membantu UKM ekspor, pihaknya juga mempersiapkan packaging dan mempertemukan calon buyer untuk pelaku UKM yang khususnya berada di Jawa Tengah.

“Di daerah Yogyakarta mayoritas pelaku usaha sudah di skala UKM. Skala ini yang kita sasar karena kalau yang mikro sudah ter-cover dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tambah Bagus.

Baca juga: 4 Strategi Bertahan dari Persaingan Mainan Edukasi Anak ala Founder Celukba

Oleh karena itu, LPEI diberikan penugasan khusus oleh pemerintah, yaitu Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interets Account (NIA) untuk menyediakan pembiayaan ekspor. Dikatakan Bagus, saat ini pihaknya sudah mendukung hampir 5.000 UKM dengan 500 UKM sudah menjadi eksportir.

“Dana yang kita kelola sebanyak Rp 1 triliun untuk PKE UKM. Dana tersebut sudah disalurkan sekitar 200 pelaku usaha dengan ekspor 100 negara dan lebih dari 80 produk ekspor,” lanjut Bagus.

Dari sebanyak 200 pelaku UKM, program PKE mendistribusikan pembiayaan tak ada yang menyentuh Rp 15 milliar. Mayoritas pelaku UKM hanya di angka Rp 5 milliar hingga Rp 6 milliar.

Baca juga: LPEI Salurkan Rp 8,7 Triliun untuk Progam Khusus Ekspor Pariwisata Mandalika, UKM, dan Alat Transportasi

Bagus juga menjelaskan, program PKE ini serupa dengan program KUR yaitu untuk mendukung pelaku UKM Indonesia.

“Dalam keputusan Kementerian Keuangan terlampir minimal collateral atau agunan fisik yang harus disediakan UKM adalah 30 persen dari limit kreditnya, misal kalau limitnya Rp 10 milliar, maka dia harus punya agunan yang bernilai Rp 3 milliar, misalnya pabrik, rumah pribadi, mesin, dan lainnya, berbeda dengan bank yang collateralnya diangka 100 persen,” jelas Bagus.

Tak hanya itu, bunga PKE ini hanya sebesar enam persen sama halnya dengan KUR. Meskipun demikian, dalam program KUR jika ingin mengambil pembiayaan kembali maka bunganya akan naik di angka tujuh persen.

Baca juga: Cerita Cefi Merintis Bisnis Celukba, Upaya Hadirkan Mainan Selain Gadget

“Ke depannya kita ingin kolaborasi dengan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan UKM hingga bisa menjangkau sampai ke pelosok negeri,” ucap Bagus.

“Kita bulan lalu bergandengan tangan dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timu (BPD Jatim) supaya bisa menjangkau kota-kota yang berada di Jawa Timur yang memiliki produk lebih beragam,” ujar Bagus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau