Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Bisnis Ekspor Bumbu Dapur

Kompas.com, 8 Januari 2024, 09:35 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Ada banyak sekali produk asli Indonesia yang punya potensi ekspor cukup besar, salah satunya bumbu dapur. Alasannya karena kepopuleran kuliner Indonesia yang mulai dikenal masyarakat dunia.

Selain itu, ada banyak orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik untuk sekolah, bekerja dan sebagainya.

Di luar negeri, menemukan masakan khas Indonesia tentunya tak semudah di dalam negeri. Sehingga keberadaan bumbu dapur khas Nusantara tentunya bisa menjadi pelepas rindu akan makanan Indonesia. Hal inilah yang membuat bumbu dapur termasuk komoditi ekspor yang cukup potensial.

Mulai tertarik untuk merintis bisnis ekspor dengan komoditas bumbu dapur sendiri? Dilansir dari Cermati.com, simak beberapa tips menarik berikut ini:

1. Temukan Supplier Bumbu Dapur Berkualitas

Hal paling penting yang wajib dilakukan ketika ingin merintis bisnis ekspor dengan komoditas bumbu dapur adalah mencari supplier atau pemasok bumbu dapurnya. Pastikan supplier yang dipilih memang punya produk bumbu dapur dengan kualitas terbaik.

Pastikan juga kualitasnya harus sudah memenuhi standar internasional. Sebab regulasi ekspor untuk bahan makanan termasuk sangat ketat. Jangan sampai, produk bumbu dapur yang ingin Anda ekspor ditolak karena masalah kualitas yang tidak sesuai standar.

Bahkan, kondisi tersebut juga bisa mempengaruhi kepercayaan dari pelanggan yang ada di mancanegara. Karena peran supplier menjadi sangat penting dalam bisnis ekspor ini, pastikan untuk lebih hati-hati dalam menentukan pilihan.

2. Daftar sebagai Eksportir

Sebelum mulai terjun ke bisnis ekspor, pastikan untuk mendaftarkan bisnis Anda terlebih dahulu sebagai eksportir. Pendaftaran bisa dilakukan di kantor Kementerian Perdagangan. Jangan lupa bawa dokumen pendukung saat melakukan proses pendaftaran.

Sebelum mulai mendaftar, Anda harus memiliki IUI atau Izin Usaha Industri dan juga SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) dari Pemerintah setempat. Selanjutnya, bawa dokumen pendukung lainnya untuk mendaftar sebagai eksportir, seperti NPWP perusahaan, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), laporan inspeksi dan sebagainya.

3. Mendapatkan Sertifikasi Halal dari Lembaga Terpercaya

Ketika ingin mengekspor bumbu dapur, pastikan produk tersebut harus sudah mengantongi sertifikasi halal. Sertifikasi ini sangat penting untuk dimiliki para eksportir. Pasalnya, bisa membantu memudahkan dalam pemasaran produk bumbu dapur tersebut ke sejumlah negara Muslim.

Sertifikat halal untuk produk bumbu dapur bisa diperoleh dari LPPOM MUI. Lembaga ini memiliki kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal untuk berbagai macam produk.

Untuk mendapatkan sertifikasi halal, Anda bisa mendaftar secara online melalui laman www.e-lppommui.org. Jangan lupa untuk mengisi data dan mengunggah dokumen yang diperlukan dengan lengkap.

4. Siapkan Dokumen Ekspor yang Dibutuhkan

Sebelum kegiatan ekspor bisa dilakukan, pastikan segala jenis dokumen pendukung sudah lengkap dan disiapkan dengan baik. Beberapa dokumen yang perlu disiapkan, di antaranya sebagai berikut :

? Invoice atau faktur, merupakan dokumen berisi bukti transaksi ekspor.
? Packing List, dokumen yang berisi deskripsi produk yang diekspor secara terperinci sesuai dengan isi invoice.
? Bill of Lading, bukti pengiriman yang dikeluarkan shipping company sebagai bukti kepemilikan barang.
? Polis asuransi, sebagai bukti penanggungan yang menjamin keselamatan barang yang diekspor.
? Surat Keterangan Asal, dokumen berisi keterangan tentang negara asal barang ekspor tersebut.
? Sertifikat Halal, dokumen ini menjadi bukti kehalalan produk yang diekspor tersebut.

Baca juga: 10 Ide Bisnis Gorengan Menjanjikan yang Bisa Kamu Coba

5. Menentukan Metode Pengiriman dengan Tepat

Dalam proses pengiriman produk ekspor terdapat beberapa metode yang bisa digunakan. Pertama, Sea Freight, merupakan metode pengiriman barang ekspor melalui jalur laut dengan menggunakan kapal. Biasanya sering digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar karena lebih hemat biaya.

Kedua, Air Freight, merupakan metode pengiriman barang ekspor melalui jalur udara. Metode pengiriman ini dianggap lebih efisien dan hemat waktu. Ketiga, Express Courier, merupakan metode pengiriman langsung ke pelanggan dengan lebih cepat.

6. Pastikan Harga Jualnya Kompetitif

Hal paling penting dalam bisnis adalah menentukan nominal harga jual produk yang sesuai. Pastikan Anda sudah memperhitungkan berapa besar biaya yang diperlukan, mulai dari proses produksi hingga ekspor.

Kemudian, jangan lupa untuk membandingkannya dengan harga jual produk serupa di market negara tujuan. Dengan begitu, Anda bisa menentukan besaran harga jual produk sesuai target market di negara tujuan.

Harga jual sangat penting dalam bisnis ini karena dapat mempengaruhi besar kecil keuntungan yang akan diperoleh. Jadi pastikan untuk membuat harga jual yang kompetitif.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau