Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BUMN Gandeng LindkedIn Jalin Kemitraan Pembelajaran Strategis

Kompas.com, 5 Maret 2024, 05:42 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjalin kemitraan dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan LinkedIn selaku jaringan profesional terbesar di dunia.

Deputi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi di Kementerian BUMN Tedi Bharata mengatakan, kerja sama ini memberikan peluang belajar kepada para karyawan BUMN dengan lebih dari 1 juta personel untuk berkembang secara profesional.

"Upaya bersama ini membutuhkan dukungan dan sinergi di dalam BUMN serta kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini menandai loncatan yang benar-benar signifikan, dengan LinkedIn berperan sebagai katalisator transformatif, mempromosikan kesetaraan dalam peluang belajar di berbagai entitas BUMN, baik besar maupun kecil," kata Tedy dalam keterangan resmi, Senin (4/3/2024).

Baca juga: BUMN Bantu Promosi dan Penjualan Produk UMKM Lewat Vending Machine

Tujuan dari kemitraan ini adalah memberikan keterampilan dan wawasan kepada karyawan BUMN agar mampu mengembangkan potensi diri di tengah era digital.

Nantinya mereka akan mendapatkan akses ke platform skill-building pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) dari LinkedIn dengan lebih dari 21.000 kursus.

“Melalui kolaborasi strategis dengan LinkedIn ini, kami berharap dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengetahuan baru melalui program pembelajaran yang menganut standar global di lingkungan BUMN.” Ujar Alexandra Askandar selaku Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia.

Para pelajar dapat mendalami keterampilan sesuai dengan minatnya melalui perpustakaan LinkedIn Learning yang menyuguhkan 60 kursus baru setiap minggunya. Selain itu LinkedIn juga memberikan FHCI wawasan tentang bakat, keterampilan, dan tren pembelajaran di Indonesia.

APAC Managing Director LinkedIn, Feon Ang mengatakan saat ini bisnis dan profesional perlu beradaptasi dengan keterampilan. Melihat hal ini, LinkedIn bersedia membantu memberdayakan angkatan kerja di Indonesia dalam merekrut dan mempertahankan talenta.

Baca juga: Produk UMKM Rumah BUMN Pertamina Berhasil Tembus Pasar Department Store!

“Setiap menit, LinkedIn membantu 7 orang di seluruh dunia mendapatkan pekerjaan dan 140 jam konten pembelajaran dikonsumsi. Berdasarkan hal ini, kami juga meningkatkan solusi perekrutan dan pembelajaran kami untuk membantu perusahaan merekrut dan mempertahankan talenta terbaik," papar Feon.

Berdasarkan data LinkedIn, sejak tahun 2015 rata-rata 21 persen keterampilan baru dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu di Indonesia.

Bahkan angka tersebut diperkirakan naik hingga 68 persen pada tahun 2030 mengingat cepatnya perkembangan transformasi secara global.

Oleh karena itu melalui kemitraan ini diharapkan mengakselerasi SDM melalui pembelajaran berkelanjutan yang mengasah keterampilan.

Harapannya setelah mengikuti pembelajaran strategis ini para karyawan dapat membawa perubahan positif untuk perusahaan BUMN.

"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra FHCI dan Kementerian BUMN dalam mendukung Indonesia dan bisnisnya untuk mengatasi kesenjangan keterampilan dan tantangan tenaga kerja. Tujuan dari komitmen kami adalah memberdayakan setiap bisnis dan talenta di Indonesia dengan tools yang tepat, dan menjadi mitra dalam ketahanan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di negara ini,” kata Feon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau