Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Guyubnya Perajin Tempe di Kampung Sanja Citeureup Bogor

Kompas.com - 09/03/2024, 22:53 WIB
Bambang P. Jatmiko

Penulis

“Saat itu ada seseorang yang menjual tanah. Sembari tanah tersebut laku, saya membayari tanah yang dijual itu dengan mengajukan pinjaman ke BRI. Tanah tersebut kemudian saya buat kavling-kavling, dan saya tawarkan kepada mereka yang pernah belajar membuat tempe ke saya. Di situlah akhirnya perajin tempe tinggal di kawasan ini,” kata Saparudin.

Hingga saat ini, terdapat 17 perajin tempe yang tinggal di lokasi tersebut. Meski telah menjadi perajin tempe yang mandiri, mereka tetap saling berhubungan baik antara satu dengan lainnya layaknya sebuah keluarga besar.

Saparudin mengungkapkan dia berhasil mengumpulkan para perajin tempe tersebut karena fasilitas pinjaman dari BRI.

Nasabah KUR

Dia mudah memperoleh pinjaman dari BRI karena sebelumnya dia adalah nasabah KUR dan non-KUR bank BUMN ini. Saparudin mudah memperoleh pinjaman untuk menebus tanah tersebut karena dia memiliki track record yang bagus sebagai nasabah.

Dia merasa sangat terbantu dengan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh BRI untuk mendukung bisnisnya.

“Saat ini yang menikmati fasilitas KUR dan non-KUR dari BRI bukan hanya saya, tapi juga perajin-perajin lain yang ada di sini," kata dia.

Baca juga: Sembari Jalankan Misi Sosial, Jane Kurnadi Sukses Bangun Bisnis Kerajinan Kain

Sementara itu, salah satu perajin tempe yang ada di Kampung Sanja, Destir (60) mengakui bahwa dia sangat terbantu dengan fasilitas pinjaman dari BRI.

Sebelumnya dia pernah mengajukan KUR dan mendapat bunga yang sangat murah. Kini, seiring dengan meningkatnya kebutuhan modal, Destir diarahkan mengajukan pinjaman non-KUR.

“Prosesnya cepat dan mudah. Saya terbantu sehingga usaha saya bisa berkembang,” ungkap dia.

Performa Bagus

Mantri BRI Unit Citeureup Bagja Gumilang menjelaskan guyubnya para perajin tempe yang ada di Kampung Sanja Citeureup memang unik dan menarik. Hal ini juga turut mempermudah BRI dalam menyalurkan fasilitas kepada UMKM yang ada di kawasan ini.

“Ketika kami akan menyalurkan pinjaman, kami akan mengontak Pak Saparudin terlebih dulu untuk berkonsultasi mengenai nasabah yang akan kami beri fasilitas,” ungkap Bagja.

Menurut Bagja, performa pinjaman dari para perajin tempe ini cukup bagus. Hal ini membuat BRI tidak ragu untuk menyalurkan KUR dan non-KUR ke para perajin ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau