Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Keuntungan Melanjutkan Bisnis Turun Temurun Milik Keluarga

Kompas.com, 12 Maret 2024, 09:00 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bisnis yang diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga seringkali kita temukan. Biasanya melanjutkan bisnis keluarga bertujuan untuk menjaga kualitas, resep, bahkan ciri khas dari bisnis tersebut.

Tidak sembarang orang dipercayai untuk mengurus bisnis keluarga. Oleh karena itu beberapa perusahaan lebih memilih menyerahkan bisnisnya untuk diurus oleh garis keturunannya sendiri.

Generasi terbaru yang melanjutkan bisnis keluarga umumnya tidak perlu merintis usaha dari dasar. Kebanyakan dari mereka bertugas untuk meneruskan dan mengembangkan bisnis agar lebih besar lagi.

Tidak jarang pula bisnis keluarga sudah memiliki nama merek yang terkenal di kalangan masyarakat.

Hal tersebut adalah salah satu privilege dari melanjutkan bisnis keluarga. Berikut ini adalah beberapa keuntungan lain yang bisa dipertimbangkan untuk melanjutkan bisnis keluarga, seperti yang dilansir dari entrepreneur.com.

Baca juga: 5 Tips Sukses Menjalankan Bisnis Keluarga

1. Melestarikan Warisan Keluarga

Bisnis juga termasuk ke dalam warisan yang bisa diturunkan di keluarga. Khususnya dalam bisnis terdapat nilai-nilai, visi dan misi keluarga yang perlu dilestarikan oleh penerus.

Itulah mengapa dengan melanjutkan bisnis keluarga maka para generasi berikutnya dapat dipastikan memahami apa saja nilai dasar dalam berbisnis.

Jika bisnis dilanjutkan oleh orang luar yang bukan dari anggota keluarga, khawatirnya akan ada perubahan nilai terhadap bisnis tersebut.

2. Memudahkan Transisi Bisnis

Saat bisnis akan berpindah tangan ke pemilik baru, melewati masa transisi adalah hal yang wajar. Akan lebih baik jika bisnis mampu beradaptasi dengan masa transisi.

Salah satu keuntungan saat meneruskan bisnis keluarga adalah mengenal gaya kerja dalam menjalankan bisnis. Hal ini tentu akan mempermudah masa transisi.

Karena anggota keluarga yang sudah terbiasa, tidak perlu memakan banyak waktu untuk proses belajar memahami karakteristik dan operasional bisnis.

Selain itu, jika memang mengalami kendala saat bisnis sedang melewati masa transisi, pemilik baru dapat lebih mudah belajar dari pengalaman pengurus sebelumnya.

Dengan demikian melanjutkan bisnis keluarga juga mengurangi risiko bisnis gagal saat masa transisi.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Mulai Bisnis Keluarga

3. Lebih Fleksibel

Salah satu keuntungan melanjutkan bisnis keluarga adalah lebih leluasa menggali informasi seputar bisnis tersebut.

Kedekatan sebagai keluarga tentunya memberikan peluang lebih besar untuk bertanya dan meminta bantuan jika mengalami kondisi mendesak.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau