Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Syanty Bisnis Hampers, Padukan Produk Homewares dan Kue Kering

Kompas.com - 26/03/2024, 10:10 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Selain itu dalam menyiapkan hampers Ramadan, Syanty juga selalu melakukan kemitraan atau kolaborasi dengan pelaku usaha kue kering.

Baca juga: Di Balik Kisah Sukses Ina Cookies, Bermodalkan Pinjam Bahan Baku Kue

Sementara itu, untuk produk homewares Mamasan Co yang menjadi best seller adalah produk keramik, seperti mangkok dan piring.

Menurutnya saat Ramadan, pelanggan lebih menyukai membeli satu set boks lengkap, yang berisi kue, piring, hingga sendok dan garpunya.

Dalam sebulan, Syanty mengungkap, pesanan hampers yang masuk saat event besar seperti Natal, Imlek, ataupun Ramadan dapat mencapai 500 – 1.000 hampers. Apalagi, ia memang menawarkan hampers untuk semua kalangan, dari korporat hingga per orangan.

Hampers Mamasan Co dijual dari harga Rp 69.000 hingga yang termahal Rp 5 juta.

Produk-produk Mamasan Co di Booth Usaha Ramadhan Mal Grand IndonesiaKompas.com - Ester Claudia Pricilia Produk-produk Mamasan Co di Booth Usaha Ramadhan Mal Grand Indonesia

“Saya ingin menjangkau semua kalangan, jadi saya sediakan harga 60 ribuan supaya pelajar atau mahasiswa yang mau kasih ke teman-temannya bisa menjangkau,” ujar Syanty.

Syanty mengaku pesanan yang masuk pada bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Ramadhan tahun ini pesanannya jauh lebih meningkat dari tahun lalu karena Syanty menyediakan stock yang lebih banyak dari tahun lalu. Jadi memang terbukt

Strategi Usaha di Bulan Ramadhan

Untuk Ramadan tahun ini, Syanty mengatakan, pesanan yang masuk, jauh lebih banyak, ketimbang tahun kemarin.

Untuk mempersiapkan pesanan hampers yang melonjak saat ada momen istimewa, Syanty dibantu 15 tenaga kerja tetap dan akan merekrut tenaga kerja lepasan jika dibutuhkan.

"Saya belajar dari kesalahan. Tahun lalu pesanan (hampers) Mamasan Co sangat overload, produk sudah banyak, permintaan yang masuk banyak, tetapi tenaga yang mengerjakan kurang. Sampai terpaksa menutup toko beberapa hari saat itu," jelasnya.

Syanty tak ingin mengulangi kesalahan itu. Menurutnya, menutup toko adalah sikap yang tidak professional, karena membuat banyak pelanggan bertanya-tanya dan merasa kecewa, karena tidak bisa ke toko.

Akhirnya tahun ini ia sudah siapkan dari 6-7 bulan sebelumnya untuk konsep desain, packaging, dan lain sebagainya. Produksi pun dilakukan secepat mungkin agar bisa selesai tepat waktu.

“Tahun ini, persiapan dilakukan sejak 6-7 bulan lalu, mulai dari konsep desain hingga packaging. Jadi misal ada pesanan masuk dalam jumlah banyak di bulan Ramadan, kami udah siap tanpa mikir ataupun bikin-bikin yang makan waktu lama,” bebernya.

Baca juga: Banyak Dicari, Yuk Mulai Bisnis Hampers di Bulan Ramadhan

Pemasaran Mamasan Co

Layaknya pelaku usaha di era digital, Syanty pun memasarkan produk-produk Mamasan Co melalui media sosial dan e-commerce.

Ia juga rajin mengikuti pameran-pameran di Mal. Tahun 2024 ini merupakan tahun keduanya mengikuti stan atau bazar Ramadan di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Booth Mamasan Co di Mal Grand IndonesiaKompas.com - Ester Claudia Pricilia Booth Mamasan Co di Mal Grand Indonesia
Pemasaran yang ia lakukan terbilang efektif. Bahkan, produk-produk Mamasan Co sudah pernah sampai ke Malaysia.

Jika tidak sedang ada event besar, di hari-hari biasa Mamasan Co tetap beroperasi, seperti bisnis pada umumnya.

"Biasanya produk-produk peralatan rumah tangga itu, akan laku karena kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Selain itu juga terjual sebagai souvenir pernikahan atau hadiah ulang tahun," ujarnya.

Ke depannya, Syanty berharap, dirinya dapat selalu mengikuti tren dan perkembangan pasar. Ia juga berharap, agar produknya dapat menarik kalangan anak-anak muda seperti gen z.

Baca juga: Tips Promosikan Bisnis Hampers Biar Laris Manis dan Hasilkan Banyak Cuan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau