Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Osrinita, Banting Setir Bisnis Mukena Setelah Terdampak Pandemi Covid-19

Kompas.com - 28/03/2024, 09:15 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Ia menyebut, pengerjaan mukena kerancang bordir terbilang kompleks, karena semua masih dikerjakan pakai tangan.

Pengerjaannya memakan waktu sekitar satu bulan hanya untuk satu mukena, karena ada detail-detail yang harus diperhatikan.

Untuk bahan, ia menggunakan bahan premium seperti armani atau katun premium. Hal ini karena, Osrinita memprioritaskan menggunakan bahan yang bagus dan nyaman untuk dipakai shalat.

"Bahan-bahan premium itu merupakan kombinasi dari kain luar dan dalam negeri," katanya.

Modal dan Omzet Sasmaya

Untuk memulai bisnis mukena dan fesyen muslim ini, Osrinita mengaku membutuhkan modal sekitar Rp 30 juta. Kebanyakan modal itu digunakan untuk perlengkapan dan peralatan usaha, seperti bahan baku kain, benang, manekin untuk pameran, dan lain sebagainya.

Dengan modal sebesar itu, Sasmaya bisa meraup omzet sebesar Rp 10 juta per bulannya.

Namun, jika ada pameran, ia mengaku bisa mendapatkan dua kali lipatnya, yaitu sekitar Rp 20 – 25 juta, tergantung waktu dan lokasi pamerannya.

Sementara untuk target pasarnya, Osrinta menyasar korporat atau para karyawannya. Oleh karena itu, ia banyak memasukan produknya ke beberapa perusahaan, berbekal relasi Osrinita saat masih bekerja sebagai karyawan.

Tantangan Produksi Sasmaya

Hingga saat ini, Osrinita telah mempekerjakan 4 orang pekerja tetap, yang mana juga termasuk keluarganya sendiri.

Sebelumnya, ia pernah merekrut tenaga kerja untuk penjahitan, tetapi banyak resign.

Akhirnya ia menetapkan sistem maklon, yaitu mencari penjahit yang cocok untuk mengerjakan produknya. Ia juga melakukan kontrak, agar desain dan produk Sasmaya tidak diplagiat atau dicuri.

"Selain masalah desain, terkadang sulit juga menemukan tukang jahit yang hasil kerjanya cocok. Apalagi, saya orangnya sangat detail dan penuh ketelitian. Jadi, saya melakukan uji coba dengan beberap tukang jahit," ungkap wanita berusia 59 tahun ini.

Selain itu, sebagai ibu rumah tangga, Osrinita juga harus mengatur waktunya untuk berjualan dan mengurus keluarga. Beruntung saat ini, usahanya masih dijalankan dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading. 

Baca juga: Ingin Jadi Kiblat Muslim Fashion, Teten Masduki: Harus Ada Event Kelas Dunia

Strategi Pemasaran Sasmaya

Untuk memasarkan produknya, di awal Osrinita hanya memanfaatkan pameran atau bazar.

Apalagi, saat pertama kalinya ikut, ia merasa hasilnya sangat menggembirakan bagi seorang pemula bisnis mukena dan fesyen. Dari situ ia memutuskan untuk melanjutkannya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil