Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanpa Endorse, Intip Cara Mochi "Pipiku Penuh" Hits di Kalangan Artis

Kompas.com, 1 April 2024, 12:17 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkadang, kualitas dan rekomendasi dari orang lain bisa membawa bisnis kamu terkenal tanpa harus melalui endorsement public figures. Seperti Pipiku Penuh, daifuku mochi pertama di Kota Bogor yang kini menjadi langganan para artis terkenal.

Meskipun berasal dari Kota Hujan, tetapi kualitas mochi Pipiku Penuh menjadi daya tariknya tersendiri karena otentik seperti daifuku mochi di Jepang.

Berlokasi di Jalan Bangbarung Kota Bogor, kini nama Pipiku Penuh sudah terkenal di kalangan public figures. Di antaranya yaitu Irish Bella, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Thariq Halilintar, Nathalie Holscher, Asmirandah, dan masih banyak lagi.

Owner Pipiku Penuh, Yolanda Sohan (29) dan Lucky Pratama (31) mengaku tanpa endorsement, Pipiku Penuh ternyata mampu menembus kalangan para tokoh publik tersebut.

"Pipiku Penuh ini cukup viral karena banyak di-review sama artis, jadi fans-fans mereka jadi ikut tertarik. Bukan kami yang endorsement atau minta diundang oleh public figures, tapi mereka yang datang menghubungi kami," kata Lucky saat diwawancara oleh Kompas.com, Selasa (26/03/2024).

Baca juga: Cara Larosa Pot Pertahankan Kualitas, Hingga Dilirik Public Figure

Diundang Tanpa Endorsement

Semua bermula dari Januari 2023, Pipiku Penuh dihubungi oleh salah satu program televisi. Setelah berhasil tayang di layar kaca, Pipiku Penuh dihubungi oleh sebuah Event Organizer (EO) yang biasa mengurus event artis.

Pertama kali mendatangi event artis di acara buka puasa bersama di rumah Thariq Halilintar, Pipiku Penuh mulai dilirik oleh public figures melalui open booth di acara seperti ini.

"Pada saat itu Kak Thariq request ke EO tersebut mau ada booth daifuku mochi. Nah, pas EO itu searching di Instagram, yang keluar paling atas itu profil Pipiku Penuh. Sejak saat itu kami mulai dilihat oleh para artis," kata Yolanda.

Pipiku penuh di acara Thariq HalilintarDok. Pipiku penuh Pipiku penuh di acara Thariq Halilintar

Yolanda melanjutkan bahwa Pipiku Penuh dikenal dari rekomendasi antar public figures. Mulai dari acara Thariq Halilintar tersebut, banyak teman dan kerabatnya yang ketagihan setelah mencicipi Pipiku Penuh dan ingin mengundang untuk open booth di acara yang lain.

Menurut Yolanda dan Lucky, rekomendasi dari public figures sangat berpengaruh untuk memperkenalkan Pipiku Penuh ke semua kalangan.

Open Booth di Acara Artis

Tidak jarang pula public figure yang repeat order untuk meminta Pipiku Penuh kembali open booth di acara mereka. Salah satunya seperti dilansir dari reels Instagram @pipikupenuh, Irish Bella mengatakan bahwa dia sudah beberapa kali mengundang Pipiku Penuh untuk mengisi acaranya.

"Ini sudah kesekian kalinya aku pesan daifuku mochi dari Pipiku Penuh. Waktu acaraku kemarin ini ludes habis, jadi sekarang wajib ada lagi di acara kajian di rumahku," kata Irish Bella di video tersebut.

Tentunya acara yang dibuat oleh artis akan dihadiri oleh banyak public figures lain. Ini juga menjadi salah satu kesempatan Pipiku Penuh agar para artis yang mampir ke booth mereka bisa mencicipi Pipiku Penuh. Sehingga saat menghadiri satu acara, Pipiku Penuh bisa di-review oleh banyak artis.

Pipiku penuh di acara Irish BellaDok. Pipiku penuh Pipiku penuh di acara Irish Bella

Baca juga: 5 Tips Maksimalkan Reels Instagram untuk Pemasaran Bisnis

Tidak lupa, team Pipiku Penuh akan ikut memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan produknya. Biasanya Pipiku Penuh akan membuat video testimoni saat ada artis yang mampir untuk di unggah di Instagram Pipiku Penuh.

"Kami senang sekali kalau di acara seperti itu banyak public figure lain yang mampir ke booth. Bahkan mereka mau review daifuku mochi Pipiku Penuh. Nah, karena bukan endorsement mereka bisa mencicipi mochi kami dan memberikan review jujur," lanjut Yolanda.

Selain postingan feeds dan reels Instagram, Pipiku Penuh juga membuat highlights testimoni setiap public figures yang pernah mencicipi daifuku mochi mereka.

Selain karena mochinya yang berkualitas, begitulah cara Pipiku Penuh untuk terus terkenal di kalangan public figures. Yaitu melalui rekomendasi dan open booth dari acara yang satu ke acara yang lain.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau