Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berawal Dari Jadi Kolektor, Rhidamal Punya Bisnis Toko Vintage di Bogor

Kompas.com, 2 April 2024, 17:11 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis barang antik dan vintage memiliki target pasar tersendiri. Mereka yang menyukai barang antik rela mencari koleksi dan membayar dengan harga yang tinggi. Namun, saat ini sudah jarang ditemukan toko barang antik yang lengkap koleksinya.

Di tengah Kota Bogor, ternyata ada satu toko surganya pecinta barang antik dan vintage. Berlokasi di KPP IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Flipper Vintage Store menjual puluhan ribu koleksi dari berbagai kategori benda.

Lantas, bagaimana Rhidamal Barkah Machdar (34) yang mengawali bisnis ini?

Kolektor Barang Antik

Semua bermula dari Amal yang menyukai motor-motor tua. Selain itu, Amal memiliki paman yang juga seorang hobi koleksi barang antik dan membuka toko barang antik.

Singkat cerita, Amal ikut tertarik dan tertular hobi antik dan vintage tersebut karena sering membantu bisnis pamannya.

"Awalnya saya suka motor-motor tua, kebetulan paman saya juga hobi antik dan sudah buka toko antik sejak tahun 2007. Dulu sih sebenarnya bantuin bisnis paman, lama-lama jadi terbawa hobi antik dan vintage," ujar Amal saat diwawancara oleh Kompas.com, Jumat (29/03/2024).

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Barang Antik, Cuan Menarik

Meskipun background kuliah perhotelan dan hingga saat ini Amal masih bekerja di hotel, tetapi saat pandemi covid-19 Amal tergerak untuk membuka usaha sampingan. Setelah berdiskusi dengan pamannya, Amal memutuskan untuk membuka bisnis barang antik dan vintage.

Karena berangkat dari hobinya tersebut, Amal memanfaatkan garasi rumahnya untuk dijadikan toko. Bermodal mengeluarkan koleksi-koleksi yang Amal punya, dia mulai mengisi galeri tokonya.

"Modal awalnya mengeluarkan koleksi-koleksi saya sejak SMA, yang tadinya disimpan di kamar mulai dipajang di toko. Kebetulan rumah saya di samping, sebelum jadi toko awalnya ini garasi rumah," lanjut pria asal Bogor itu.

Flipper Vintage StoreKompas.com - Anagatha Kilan Sashikirana Flipper Vintage Store

Flipper Vintage Store akhirnya resmi berjalan di tahun 2021. Amal memilih nama "Flipper" karena pada tahun 1970, kedua orang tua Amal memiliki toko ATK di Pasar Bogor yang diberi nama "Flipper", terinspirasi dari film kartun lumba-lumba di tahun tersebut. Amal kembali menggunakan nama bisnis keluarga untuk bisnisnya sekarang.

"Orang tua sebetulnya dosen IPB, punya usaha sampingan toko ATK namanya 'Flipper'. Nah, Flipper ini film kartun di tahun 1970-an. Kalau sekarang berarti sudah vintage, jadi saya pakai lagi karena nyambung dengan bisnis barang antik dan vintage ini," ungkap Amal.

Koleksi di Flipper Vintage Store

Koin Kerajaaan Majapahit dan Sriwijaya, Flipper Vintage StoreKompas.com - Anagatha Kilan Sashikirana Koin Kerajaaan Majapahit dan Sriwijaya, Flipper Vintage Store

Amal mengaku Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang sangat melimpah. Bahkan, di Bogor sendiri juga banyak meninggalkan jejak sejarah. Tidak jarang barang-barang antik dan vintage yang Amal koleksi berasal dari lokal, walaupun ada juga barang yang berasal dari luar negeri.

Salah satu koleksi barang antik tertua yang ada di Flipper Vintage Store adalah koin peninggalan Kerajaan di Indonesia. Uniknya, banyak benda peninggalan sejarah yang didapatkan dari Bogor.

Menurut Amal, Bogor sebagai salah satu kota tertua di Indonesia juga merupakan gudang harta karun untuk peninggalan sejarah.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau