Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Iwing Merintis Batik Khas Magelang hingga Terdaftar HKI

Kompas.com - 18/04/2024, 09:29 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com - Kebanyakan orang hanya mengenal batik yang telah besar namanya, seperti Batik Solo dan Batik Pekalongan. Namun, ternyata tidak hanya kedua batik tersebut yang memiliki ciri khas.

Mari kita tengok kota Magelang, salah satu kota kecil di Indonesia. Di tengah kota tersebut, tinggal seorang produsen batik khas Magelang yang selalu dicari-cari oleh para pelanggannya, yakni batik Iwing.

Batik ini memiliki motif yang terinspirasi dari tempat-tempat dan nama jalan di Magelang. Produknya pun beragam mulai dari kain, kemeja, rompi, jaket, hingga topi. 

Baca juga: Perjalanan Yuli Astuti, Merintis Muria Batik Kudus demi Melestarikan Batik Tulis

"Di SMA 1 Magelang itu kan ada Jalan Cempaka. Lalu saya buat motif bunga cempaka dalam batik. Motif bakso kerikil dan wedang kacang juga ada, tapi itu baru mau launching," ucap Iwing Sulistiyawati (49), pemilik Batik Iwing Magelang

Beberapa Motif Terdaftar Hak Kekayaan Intelektual

Iwing lalu mengatakan, bahwa motif-motif batik miliknya sudah banyak yang terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Keuntungannya, motif Batik Iwing tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. 

"Yang terdaftar di HKI ada motif kupat tahu, gelatik magelang, gelatik kembar, magelang sejuta bunga, dan cempaka. Kalau yang cempaka itu batik tulis dan cap," lanjut Iwing saat berbincang bersama Kompas.com pada Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Selain Diminati Skala Lokal, Batik Tulis Lasem juga Terjual ke India

Informasi pendaftaran motif Batik Iwing pada HKI, Iwing dapatkan dari kenalannya yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Saat itu, temannya menawarkan pada Iwing untuk mendaftarkan motif batik pada HKI. 

"Jadi orang-orang di sini disuruh mendaftarkan motif batiknya, tapi pada enggak mau. Padahal eman-eman banget, akhirnya saya yang mendaftarkan motif batik milik saya," tutur perempuan lulusan Ekonomi UGM tersebut.

Lebih lanjut Iwing menyebutkan, bahwa HKI berguna untuk menandai bahwa motif Batik Iwing menjadi hak miliknya. Sejak saat masih hidup hingga 70 tahun setelah meninggal. 

"Kan lumayan ya, kita difasilitasi, enggak bayar juga. Orang-orang yang mau pakai motif Batik Iwing pun enggak bisa sembarangan, harus izin dulu," ucapnya.

Baca juga: Cerita Santoso Usaha Batik Lasem, dari Modal Rp 15 Juta Sukses Beromzet Ratusan Juta

Produk Batik Iwing MagelangKompas.com - Alfiana Rosyidah Produk Batik Iwing Magelang

Tidak Ditemukan di Tempat Lain

Kemudian, Iwing menambahkan HKI juga membuat batik miliknya memiliki ciri khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Apabila orang-orang ingin membeli produk Batik Iwing, maka harus datang ke pusatnya. 

"Mereka harus datang ke sini kalau mau beli produk Batik Iwing, karena orang lain enggak punya motif yang sama. Kecuali motif-motif batik yang dimiliki oleh Kota Magelang," ujar perempuan asli Magelang tersebut.

Baca juga: Kembangkan Batik Kujur, Bukit Asam Berdayakan Ibu Rumah Tangga di Tanjung Enim

Harga produk Batik Iwing beragam tergantung pada jenis produknya. Untuk produk kain batik cap, dibanderol dengan harga Rp 160.000 per dua meternya. Sedangkan untuk kain batik tulis Rp 250.000 per dua meternya. 

"Kami juga ada baju dan outer. Kalau yang baju harganya Rp 200.000, outer-nya Rp 180.000," pungkasnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Takut Gagal Berbisnis? Gunakan Cara Ini Untuk Kurangi Rasa Takutmu

Takut Gagal Berbisnis? Gunakan Cara Ini Untuk Kurangi Rasa Takutmu

Training
3 Keuntungan Membangun Bisnis Sendiri

3 Keuntungan Membangun Bisnis Sendiri

Training
Aroma Kopi Bah Sipit Harumkan Toleransi Antar-Etnis di Kota Bogor

Aroma Kopi Bah Sipit Harumkan Toleransi Antar-Etnis di Kota Bogor

Jagoan Lokal
4 Cara Supaya Customer Service Dapat Melayani Pelanggan dengan Efisien

4 Cara Supaya Customer Service Dapat Melayani Pelanggan dengan Efisien

Training
Tenun Bermotif Kekinian Sulit Diterima Pasar, Begini Solusi Pemilik Brand e-Boon

Tenun Bermotif Kekinian Sulit Diterima Pasar, Begini Solusi Pemilik Brand e-Boon

Training
Masih Ragu? Ini 3 Manfaat Menggunakan Strategi Pemasaran Konvensional

Masih Ragu? Ini 3 Manfaat Menggunakan Strategi Pemasaran Konvensional

Training
Cara Vita Lestarikan Kain Tenun Tradisional, Berinovasi dengan Motif Kekinian

Cara Vita Lestarikan Kain Tenun Tradisional, Berinovasi dengan Motif Kekinian

Jagoan Lokal
Bosan Kerja di Jakarta, Astaria Rintis Bisnis Kerajinan Eceng Gondok

Bosan Kerja di Jakarta, Astaria Rintis Bisnis Kerajinan Eceng Gondok

Jagoan Lokal
3 Alasan Anda Harus Memakai Aplikasi Pesan yang Aman untuk Bisnis

3 Alasan Anda Harus Memakai Aplikasi Pesan yang Aman untuk Bisnis

Training
3 Pemanfaatan Teknologi Digital yang Dilakukan Owner Makacha Bakery

3 Pemanfaatan Teknologi Digital yang Dilakukan Owner Makacha Bakery

Training
Cerita Mira Membangun Makacha Bakery, Berawal karena Anaknya Tak Mau Makan Nasi

Cerita Mira Membangun Makacha Bakery, Berawal karena Anaknya Tak Mau Makan Nasi

Jagoan Lokal
Usung Ramah Lingkungan, Kawedo Juice Siap Beli Lagi Botol Produknya

Usung Ramah Lingkungan, Kawedo Juice Siap Beli Lagi Botol Produknya

Jagoan Lokal
Wajib Halal Resmi Ditunda, LPPOM Dorong Pemerintah Fokus Menyelesaikan Permasalahan di Hulu

Wajib Halal Resmi Ditunda, LPPOM Dorong Pemerintah Fokus Menyelesaikan Permasalahan di Hulu

Program
Cerita Zahro Manfaatkan Arang Batok Kelapa untuk Bisnis Pakaian

Cerita Zahro Manfaatkan Arang Batok Kelapa untuk Bisnis Pakaian

Jagoan Lokal
Memberikan Voucer dapat Menguntungkan Bisnis? Simak Alasannya

Memberikan Voucer dapat Menguntungkan Bisnis? Simak Alasannya

Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com