Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belasan Warga Binaan Perempuan Malang Pamerkan Produk Fesyen

Kompas.com - 25/04/2024, 08:20 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Ada suasana yang berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang pada Rabu (24/4/2024), pagi.

Belasan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melenggak-lenggok dalam kegiatan fashion show dengan mengenakan pakaian kebaya dan kain jarik batik ecoprint yang dikreasikan.

Para warga binaan tersebut sedang mengikuti acara Binar Asmaraloka Karya dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-60 dan hari Kartini.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Kebanjiran Pesanan Kue Kering

 

Para peserta fashion show ada dari 14 WBP, 14 petugas lapas, dan beberapa parade dari pejabat struktural.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Yunengsih mengatakan, kegiatan ini menampilkan hasil karya fesyen yang dibuat oleh para warga binaan, sekaligus menjadi ajang pembinaan kemandirian yang ada di dalam lapas perempuan Malang.

"Jadi seperti tadi kami memperkenalkan salah satu produk unggulan WBP di Lapas Perempuan Malang ini yakni batik ecoprint, mereka dengan kreasinya sendiri, mereka menampilkan hasil karyanya sendiri ke semua tamu yang hadir," kata Yunengsih, Rabu (24/4/2024).

Pembuatan Ecoprint

Dikatakannya, di lapas tersebut terdapat kegiatan pembuatan batik ecoprint setiap harinya. Pewarnaan dan pemberian motif batik ini menggunakan jenis daun-daun tertentu yang diaplikasikan ke kain.

"Bahan dasarnya kami perlu, atau harus mencari ke daerah-daerah yang memang bisa dipakai atau diaplikasikan ke kain yang nantinya akan dengan proses tertentu akan menghasilkan ecoprint yang motif tertentu," katanya.

Harga sehelai kain batik ecoprint buatan para warga binaan bisa bervariasi, tergantung pada jenis kainnya.

"Ada kain semi sutra, jadi kalau kain katun agak mahal, karena bahannya agak cukup mahal, dan agak susah untuk diaplikasikan warna daunnya tersebut, sehingga memerlukan ketelitian. Jadi harganya kisaran Rp 200.000 - Rp 250.000, yang dari katun primisima sekitaran Rp 150.000," jelasnya.

Baca juga: Ramadan, Warga Binaan di Lapas Perempuan Malang Habiskan Waktu Produksi Peci Rajut

Produk kain batik ecoprint tersebut juga sudah dipasarkan seperti ke instansi kantor pemerintahan dan swasta.

"Selama ini pemasaran, kami mendapat pesanan untuk cindera mata, seragam, dan sebagainya. Seperti pengadilan negeri di kabupaten itu untuk kenangan-kenangan, terus ada kunjungan ke kantor-kantor dijadikan untuk hampers," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau