Seiring dengan, dia mengaku sedang memikirkan penanganan air sisa pengolahan kopi yang dihasilkan pada proses washing.
Baca juga: RINDU MU Coffee, Jajakan Kopi Berkualitas Coffee Shop dengan Gerobak Keliling
"Pascapanen, buah kopinya harus dicuci. Nah, air sisa cuci kopi inilah yang masih menjadi PR buat kami," ucapnya.
Paijo mengatakan bahwa dirinya masih terpikirkan soal limbah bekas cuci ini. Alasannya, limbah air bekas cuci tersebut memiliki pH yang rendah atau cenderung asam.
"Apalagi kan pH air limbah cuci ini rendah antara 2 sampai 2,5. Aku masih kepikiran ini bahaya enggak ya buat ekosistem. Apalagi kalau sudah diatas 1 ton," lanjut laki-laki dengan latar belakang otomotif tersebut.
Baca juga: Cerita Lilia Merintis Renaco, Ciptakan Olahan Kurma Coklat hingga Kopi
Meski demikian, Paijo tetap berusaha untuk tidak membiarkan limbah cuci ini mencemari sungai. Cara yang ia lakukan yaitu membiarkan limbah tersebut hingga kotorannya mengendap, lalu baru dibuang ke sungai.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT