Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Bakmi Gang Kelinci Menghadapi Tantangan Perubahan Zaman

Kompas.com - 12/05/2024, 07:00 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Bahkan saat ini mereka menyediakan promo combo. Jadi jika membeli dua sekaligus akan mendapatkan potongan harga.

“Promo itupun belum dihapus sampai sekarang, masih ada,” kata Kenny.

Mengatasi Pandemi COVID-19 dengan Tabungan

Semua bisnis mengalami dampak negatif dari pandemi Covid-19 begitu juga dengan Bakmi Gang Kelinci. Kenny menjelaskan bahwa saat itu mereka bisa bertahan karena tabungan yang mereka miliki.

“Pandemi bisa kami atasi karena Mama saya selalu ngajarin kalau harus menabung, jadi kami bisa pakai dari tabungan itu,” jelas Kenny.

Dikarenakan adanya larangan makan di tempat, maka saat itu Bakmi Gang Kelinci pun menggunakan Grabfood, Gojek, dan Shopeefood agar bisa tetap berjualan. Sebelumnya mereka tidak menggunakannya sama sekali.

Perubahan zaman mengharuskan mereka mengikutinya dan beradaptasi, agar tak menjadi usaha yang tersisihkan. Setelah pandemi pun, mereka juga sudah memanfaatkan fitur pembayaran Qris.

Tenaga Kerja yang Keluar Masuk

Setelah pandemi, Bakmi Gang Kelinci juga masih merasakan kendala dengan tenaga kerjanya. Saat ini mereka telah memperkerjakan lebih dari 30 orang.

Namun masalahnya banyak dari mereka yang keluar dengan waktu yang cukup cepat. Jadi mereka harus cepat untuk mencari penggantinya.

Baca juga: Dodol Boga Rasa Tenjo Pegang Teguh Konsistensi Rasa

“Biasanya kalau memperkerjakan anak muda, mereka keluar bisa sehari, tiga hari, atau bahkan paling lama seminggu keluar, katanya capek bekerja,” kata Kenny.

Namun, Kenny menjelaskan bahwa tenaga kerja di dapur masih awet bertahan hingga kini. Banyak tenaga kerja dapur yang sudah bekerja belasan bahkan hingga puluhan tahun yang belum berhenti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau