Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Owner APRC Indonesia Ungkap Cara Menjaga Partnership dengan Pebisnis Luar Negeri

Kompas.com, 17 Mei 2024, 13:22 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh negara di dunia memang saling terkoneksi. Bukan hanya soal informasi atau sekadar terhubung di media sosial, tetapi juga soal bisnis.

Pelaku usaha atau pebisnis antar negara dapat bekerja sama untuk saling membawa keuntungan. 

Seperti pebisnis parfum di Magelang, Laily (30) yang membangun partnership dengan pebisnis asal India sejak tahun 2018. ia mengalami berbagai hal selama bekerja sama dengan pebisnis tersebut. 

Baca juga: Tips Bangun Bisnis dengan Sistem Partnership, Salah Satunya Transparan

Banyak hal terjadi selama mereka bekerja sama, termasuk kendala perbedaan aksen bahasa hingga terjadi miskomunikasi.

Namun, Laily tak menyerah. Ia selalu berusaha memberikan penjelasan yang dapat dipahami rekan bisnisnya.

Menurutnya, agar bisnis tetap bisa berjalan, harus memberikan effort lebih, terutama soal pemahaman. 

Kepada Kompas.com, Layla mengungkap beberapa hal yang diperlukan untuk menjaga hubungan bisnis dengan orang luar negeri. 

Mau Belajar

Pebisnis India yang bekerja sama dengan Laily memiliki nama brand Aquilaria Plantation Research Centre (APRC) India. Kemudian, Laily bergabung dengannya dan membangun cabang bisnis tersebut di Indonesia.

Selama membangun bisnis parfum dengan orang India, Laily mengungkap bahwa banyak hal yang dipelajari dari mereka. Salah satunya wawasan soal pembuatan parfum. 

Baca juga: Cerita Laily Merintis Bisnis Parfum, Berawal dari Bertemu Wisatawan India

"Aku sih banyak belajar dari mereka. Soalnya cara pembuatan parfum mereka sama di Indonesia itu beda," ungkap Laily pada Kamis (16/5/2024). 

Menurut Laily, ada formula yang berbeda dari parfum-parfum buatan India dengan buatan miliknya yang menggunakan bahan alam di Indonesia. Meski demikian, packaging yang digunakan Laily tetap dikirim dari India. 

Laily, pemilik bisnis parfum dari APRC Indonesia dok. APRC Indonesia Laily, pemilik bisnis parfum dari APRC Indonesia

Rutin Melakukan Diskusi Bersama

Hal lain yang dilakukan oleh Laily untuk menjaga partnership dengan pebisnis luar negeri, yaitu dengan sering berdiskusi.

Laily sesekali mengikuti rapat bersama pihak India untuk membahas kelanjutan bisnis dan inovasi-inovasi baru. 

Baca juga: Ini Cara Memilih Partner agar Bisnis Berkembang

"Biasanya kami tuh mengadakan pertemuan secara online, misalnya lewat zoom meeting gitu. Kami bahas agenda-agenda selanjutnya yang bakal ada dalam bisnis kami," lanjutnya. 

Selain mengadakan pertemuan secara online, sesekali mereka juga bertemu secara langsung. Biasanya, pihak bisnis India yang menemui Laily di Indonesia. 

"Pernah sesekali orang dari India yang ke sini, ketemu saya gitu. Semoga bisa suatu saat saya yang pergi ke India untuk ketemu mereka," pungkasnya.

Baca juga: Pebisnis Muda, Ini Tips Memilih Rekan Bisnis agar Bisa Sejalan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau