Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Zahro Manfaatkan Arang Batok Kelapa untuk Bisnis Pakaian

Kompas.com, 17 Mei 2024, 20:22 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com Di tengah ramainya suasana Sarinah, tampak Zahro (40) sedang mempromosikan produk pakaian buatannya dalam acara bazaar UMKM Astra x Sarinah.

Pakaian-pakaian yang didominasi warna hitam dan putih dengan sentuhan berbagai motif ini, rupanya menggunakan arang batok kelapa dalam proses penggambaran motifnya.

Zahro mengatakan, penggunaan arang batok dalam produknya merupakan upayanya untuk tetap menjaga lingkungan sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Baca juga: Cerita Hendrik Jual Pakaian Anak di Little Bangkok, Omzet hingga Belasan Juta Sehari

Menggunakan Arang Batok Kelapa

Zahro mendirikan bisnis pakaian dengan merek Ulayya sejak tahun 2018. Namun, saat itu ia belum terpikirkan untuk menggunakan arang batok kelapa sebagai inovasi lanjutan. 

Seiring berjalannya waktu, Zahro mengikuti berbagai pelatihan. Lalu, tercetus ide untuk membuat pakaian yang ramah lingkungan dengan menggunakan arang batok kelapa. 

"Mulai dari dua tahun yang lalu, saya baru mulai inovasi ini. Saya buat pakaian yang menggunakan arang batok kelapa atau charcoal. Lalu produk ini diberi nama charcoal line series," tutur Zahro pada Kompas.com, Kamis (16/5/2024).

Baca juga: Wujudkan Passion di Bidang Fesyen, Frida Aulia Bangun Bisnis hingga Kenalkan Batik ke Mancanegara

Lebih lanjut, arang batok kelapa tersebut rupanya didapatkan dari para petani lokal. Zahro juga bekerja sama dengan pebisnis briket charcoal dan para pengrajin motif untuk pakaian. 

"Arang yang kami dapat dari petani lokal itu biasanya kami beli hanya untuk stok, jadi enggak beli banyak-banyak. Lima kilogram sudah cukup untuk persediaan satu bulan," lanjut Zahro.   

Menurut Zahro, arang batok kelapa adalah pewarna yang efisien. Alasannya, satu kilogram arang batok kelapa, bisa dibuat menjadi ratusan pakaian. 

Baca juga: Trisna Berdayakan Kaum Difabel untuk Produksi Fesyen Model Jepang

Ubah Arang Batok Kelapa Menjadi Pasta

Sebelum digoreskan pada kain katun, arang batok kelapa yang didapat dari petani diolah terlebih dahulu. Arang batok kelapa tersebut dihaluskan, diayak, lalu diberi komponen-komponen lainnya.

"Nanti setelah dihaluskan, diayak, terus ditambah komponen-komponen lain supaya jadi pasta. Baru setelah itu bisa digoreskan pada kainnya, terus baru dikeringkan selama satu hari," lanjut mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut. 

Produk pakaian dengan arang batok kelapa Ulayya Kompas.com - Alfiana Rosyidah Produk pakaian dengan arang batok kelapa Ulayya

Dalam proses produksinya, Zahro bermitra dengan para pengrajin yang telah ahli membuat motif pada kain. Jumlah pengrajin tersebut bisa bertambah tergantung pada permintaan pasar. 

Baca juga: Cerita Nevia Merintis Bisnis Fesyen Muslim, Omzet Naik 75 Persen Saat Ramadan

"Kalau sekarang saya ada mitra dengan pengrajin, cuma nanti kalau ternyata permintaan pasar bertambah, saya nambah pengrajin juga," ucapnya. 

Bawakan Motif Kebudayaan Indonesia 

Pasta arang batok kelapa digoreskan membentuk berbagai motif pada kain katun. Zahro menyebut, motif yang dibawanya terinspirasi dari berbagai kebudayaan di Indonesia, mulai dari motif mega mendung hingga fauna di Indonesia.

"Terus juga ada motif bunga-bunga gitu. Saya juga buat motifnya bisa sesuai event yang mau saya datangi. Kalau ada event nasional, saya buat motif rumah adat dan wayang," jelas Zahro. 

Baca juga: Berbisnis Fesyen Tak Selalu Ramai Pembeli dan Harus Siap Bersaing

Zahro menambahkan, motif kebudayaan Indonesia dimaksudkan untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia melalui pakaian. Selain itu juga sebagai sarana, untuk mengenalkan Indonesia sebagai negara penghasil kelapa terbesar ketiga di dunia. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau