Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Rauf Rintis Ichinogami Papercraft Expert hingga Berhasil Meraih Rekor MURI

Kompas.com - 01/06/2024, 18:14 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di dalam studio Ichinogami Papercraft Expert, banyak hasil karya papercraft yang terpajang di raknya. Mulai dari papercraft dengan tema tarian adat, tokoh kartun, hingga tempat bersejarah di Indonesia.

Selain itu, di bagian belakang studio, juga masih terdapat beberapa papercraft dengan bentuk gundam dalam ukuran besar.

Kemudian, ada juga papercraft hasil sisa pameran seperti bentuk kapal Thousand Sunny dalam anime One Piece. 

Pemilik bisnis papercraft ini adalah Rauf Raphanus (39). Ia membuat berbagai produk papercraft dalam tiga level, yaitu beginner, medium, dan advance, sehingga papercraft buatannya bisa dirakit oleh anak-anak hingga orang tua. 

Baca juga: 3 Tips Menjual Produk Crafting untuk Anak-anak ala Owner Ichinogami Papercraft Expert

Kompas.com berkesempatan untuk bercengkerama dengan Rauf di studionya. Ia menceritakan perjalanan bisnisnya hingga tantangan yang sempat dihadapi. 

Berawal dari Komunitas dan Hobi

Sebelum mendirikan Ichinogami Papercraft Expert, Rauf tergabung dalam komunitas Peri Kertas di Facebook.

Komunitas tersebut berisi orang-orang yang suka membuat papercraft. Rauf sendiri menjadikan papercraft sebagai hobinya. 

Seiring waktu, komunitas Peri Kertas semakin berkembang karena banyaknya permintaan dari berbagai perusahaan, pemerintah, dan sebagainya. Mereka meminta untuk dibuatkan papercraft sesuai dengan keinginan mereka. 

Baca juga: Cerita Rauf Bangun Bisnis Papercraft dengan Konsep Ramah Lingkungan

"Lahirnya Ichinogami ini karena banyaknya request dari perusahaan, pemerintah, dan lainnya. Akhirnya kami bikin tim profesional untuk mengurus hal ini di tahun 2011," jelas Rauf pada Kamis (30/5/2024). 

Beberapa tahun kemudian di tahun 2021, Rauf berusaha mengembangkan Ichinogami Papercraft Expert ke arah yang lebih maju, dengan membuatnya sebagai bisnis berkonsep PT.

Memperoleh Rekor MURI

Rauf mengungkap, saat tergabung dalam komunitas Peri Kertas, rupanya ada produk papercraft yang telah mencapai Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Di tahun 2012, komunitas Peri Kertas mendapat Rekor MURI sebagai penghasil papercraft terbanyak dari kertas bekas. 

Tidak hanya ketika tergabung dalam komunitas, Ichinogami Papercraft Expert juga mendapatkan Rekor MURI atas karya seni tiga dimensi berupa pohon natal dengan ketinggian 10 meter.

"Kali ini kami juga mencapai Rekor MURI yang kedua, yaitu papercraft tertinggi di Indonesia setinggi 10 meter. Kami bikin pohon natal, waktu itu buatnya di tahun 2014," lanjutnya.

Dengan mendirikan pohon natal dari papercraft tersebut, Rauf ingin menampilkan konstruksi yang kuat dari papercraft, bahkan untuk ketinggian 10 meter.

Dalam membuat pohon natal tersebut, Rauf menggunakan karton gelombang untuk menguatkan konstruksinya. 

Baca juga: Cerita Wayan Merintis Bisnis Virtual Reality, Ingin Buat Edukasi Sejarah Lebih Menarik

Papercraft kapal Thousand Sunny One PieceKompas.com - Alfiana Rosyidah Papercraft kapal Thousand Sunny One Piece

Banyak Melakukan Kerja Sama

Selama mendirikan bisnis Ichinogami Papercraft Expert, Rauf telah menggandeng banyak pihak untuk bekerja sama.

Dari tergabung dalam program Jakpreneur, bekerja sama dengan Museum Indonesia untuk pameran di Malaysia, komik Si Juki, TransJakarta, dan sebagainya. 

"Dulu kami juga sempat membuat papercraft untuk Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI sekarang. Beliau waktu itu senang banget dapat papercraft dari kami," sambung Rauf. 

Selain itu, Rauf juga mengadakan workshop yang bekerja sama dengan berbagai sekolah dan mall.

Ia mengadakan 50.000 paket workshop setiap tahunnya secara gratis. Bahkan, saat ini Rauf sudah mengadakan workshop secara rutin di Seaworld Ancol. 

"Sekarang kami juga sudah buat workshop secara regular di Seaworld Ancol. Biasanya setiap hari Sabtu dan Minggu," jelas mantan penyiar radio tersebut.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Mainan Edukasi untuk Anak, Apa Saja?

Menghadapi Stigma Negatif

Selama terjun dalam dunia papercraft, Rauf mengaku mendapatkan berbagai tantangan. Salah satunya, sempat mendapatkan stigma negatif dari banyak orang. Mereka menilai papercraft hanya mainan kertas yang mudah remuk. 

"Mereka masih beranggapan kalau papercraft ini cuma mainan kertas yang pasti remuk dan hancur. Padahal, yang menjadi perhatian kami bukan hasil kertasnya, tapi proses merakitnya," ungkap Rauf. 

Baca juga: 6 Rekomendasi Bisnis Mainan Anak

Dengan proses merakit papercraft, anak-anak akan dilatih motorik halusnya, koordinasi mata dan tangan, serta melatih fokus. Selain itu, papercraft juga membantu mengenalkan anak pada bentuk tiga dimensi.

"Kalau dunia pendidikan sekarang kan baru bisa mengenal tiga dimensi itu waktu SMP. Jadi, kami berusaha mengenalkan tiga dimensi ini lebih awal pada mereka. Karena tiga dimensi pasti selalu ada di sekitar kita," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau