Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Menjaga Reputasi Bisnis? Simak 3 Rencana yang Harus Dilakukan

Kompas.com - 05/06/2024, 09:05 WIB
Alfiana Rosyidah,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selain teknik marketing dan kualitas produk, reputasi bisnis juga dapat memengaruhi penjualan dan perkembangan suatu usaha. Sebab, reputasi bisnis dapat menjadi pertimbangan konsumen ketika hendak membeli produk dari merek tertentu. 

Reputasi suatu bisnis bisa dilihat dari review atau penilaian konsumen yang telah menggunakan produk.

Bahkan di masa sekarang, reputasi usaha bisa dilihat dari perbincangan netizen di dunia maya, hingga ke kolom komentar akun brand yang bersangkutan. 

Baca juga: Ingin Benahi Reputasi Bisnismu? Ini 3 Hal yang Harus Dipantau

Karena reputasi bisnis dapat memengaruhi peningkatan penjualan, perkembangan bisnis, dan memengaruhi keputusan konsumen, perlu ada upaya untuk menjaga reputasi bisnis.

Salah satunya dengan membuat perencanaan untuk menjaga reputasi bisnis tetap stabil.

Jika kamu ingin membuat perencanaan untuk menjaga reputasi bisnis, ada tiga hal yang harus kamu lakukan untuk menjaga reputasi bisnismu. Simak penjelasannya. 

1. Menyusun Identitas Brand

Supaya bisnismu memiliki visi misi dan prinsip yang jelas, kamu perlu menyusun perencanaan identitas brand.

Kamu bisa mendiskusikan hal ini dengan tim bisnismu untuk menggali identitas brand yang cocok.

Kamu bisa membuat identitas brand yang sesuai dengan jati dirimu sebagai seorang pebisnis. Misalnya, jika kamu adalah orang yang sangat peduli dengan kondisi lingkungan, kamu bisa membangun identitas brand berupa produk ramah lingkungan. 

Baca juga: 3 Manfaat Menjaga Reputasi Bisnis di Platform Online

2. Jadwal Pemantauan Review Online

Karena era sekarang tidak lepas dari dunia maya, maka review produk dari suatu merek bisa kamu temukan dalam e-commerce, komentar media sosial, bahkan Google Maps. Para konsumen sering meninggalkan jejak mereka disana untuk mengapresiasi atau mengkritik.

Buat jadwal khusus untuk memantau review yang dituliskan oleh konsumen. Jika perlu, bentuk tim terpisah untuk memantau review secara online di berbagai platform

Namun, cara ini bukan seolah-olah untuk membungkam konsumen, tetapi untuk mengembalikan reputasi bisnis dengan menanggapi review mereka. Terutama review yang memberi kritik, bahkan menghujat. 

Baca juga: 3 Cara Menjaga Reputasi Bisnis di Platform Online

Dengan menanggapi review mereka, merek bisnismu akan dianggap peduli dengan keluhan konsumen dan memiliki kemampuan menjaga reputasi dengan baik. 

3. Buat Standar Operasional untuk Menanggapi Ulasan Negatif

Nah, sebagai pemilik brand kamu juga harus memperhatikan ulasan yang ditulis oleh konsumen. Jika ada ulasan negatif, kamu bisa menanggapi ulasan tersebut dengan ramah dan sopan sehingga tidak mengganggu konsumen. 

Untuk menanggapi ulasan negatif, kamu perlu membuat standar operasional (SOP). Hal ini diperlukan supaya tim yang ditugaskan dapat memiliki panduan. Mereka juga bisa menangani komentar negatif secara lebih terarah dan tidak menjadi bumerang bagi bisnis. 

Baca juga: Reputasi Merek Bisnis Rusak karena Sebuah Kesalahan? Atasi dengan Cara Ini

Selain itu, adanya SOP tersendiri untuk menangani komentar negatif dapat menjadi tanda kepedulianmu dengan keberlanjutan bisnis. Bahkan, bisnismu akan memiliki reputasi yang baik karena peduli dengan konsumen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau