Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjalanan Agus Sudardji Membangun Bisnis Agrowisata Kuntum Farmfield

Kompas.com, 8 Juni 2024, 18:16 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

"Ketika weekend, pengunjung murni dari keluarga atau orang-orang yang ingin berwisata," ujarnya.

Baca juga: 5 Ide Bisnis yang Cocok Dikembangkan di Kawasan Wisata

Bertahan dari Pandemi Covid-19

Selama lebih dari 20 tahun, Agus membangun Kuntum Farmfield secara bertahap hingga berkembang pesat pada tahun 2016 hingga 2019 lalu. Namun, hal itu sempat terhenti saat pandemi Covid-19 melanda.

Untuk mempertahankan bisnisnya, Agus memutuskan menjual hasil peternakan Kuntum Farmfield, seperti susu sapi dan telur ayam, serta hasil pertanian, seperti ubi, jagung, dan buah-buahan lainnya ke pasar sekitar Bogor.

Namun, strategi ini tak selalu berjalan lancar. Ada kalanya, hama menyerang, sehingga membuat gagal panen.

“Biasanya kalau musim panen diserang hama jadi gagal panen, tapi untungnya tidak pernah sampai ke hewan. Jadi masih bisa mengandalkan hasil peternakan,” tutur Direktur Utama LT. Kuntum Hijau Lestari ini.

Seiring berjalan waktu, Kuntum Farmfield berhasil melewati kesulitan dan pandemi dan bertahan hingga saat ini.

Bahkan, di tahun 2023, Kuntum Farmfield kembali berjaya, karena banyak didatangi turiis lokal maupun turis manca negara.

Bermanfaat bagi Negara dan Lingkungan

Kuntum Farmfield dibangun agar bermanfaat bagi siapa pun, terutama negara. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, maka akan membantu meningkatkan devisa negara.

“Sampai saat ini Kuntum juga masih menjual hasil peternakan dan pertanian ke pasar. Itu tentu membantu perputaran ekonomi juga,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Agust Puka, Mantan Pemandu Wisata yang jadi Pedagang Kopi Keliling Pulau Flores

Selain itu, Kuntum Farmfield juga membantu menyerap tenaga kerja. Hingga kini, Kuntum Farmfield mempekerjakan lebih dari 150 orang, yang berasal dari daerah sekitar. 

Tak tanggung-tanggung, Agus mendatangkan langsung para ahli di bidangnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memberikan pelatihan pada para karyawan, terkait cara merawat hewan dan tumbuhan yang ada di Kuntum Farmfield.

“Kami dorong semua karyawan untuk mencintai hewan terlebih dahulu, karena itu yang terpenting,” katanya.

Selain bermanfaat bagi manusia, Kuntum Farmfield juga bermanfaat bagi lingkungan hidup itu sendiri.

Kotoran hewan di sana tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah untuk dibuat pupuk kompos, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tumbuhan di sana.

Begitu juga dengan sayur dan buah-buahan yang tidak laku di pasar, akan diambil kembali oleh Kuntum Farmfield untuk dijadikan pakan ayam, sehingga tidak menimbulkan sampah.

"Sebisa mungkin kami meminimalkan sampah, selama bisa diolah akan diolah untuk dimanfaatkan kembali. Semua ini demi lingkungan kita," pungkas Agus menutup pembicaraan.

PT Kuntum Hijau Lestari juga bekerja sama dengan Kopi Nako, Es Teler 77, UMKM RM Bu Haji dan Teras Air, sehingga para pengunjung bisa beristirahat dan menikmati berbagai menu makanan di area kuliner Kuntum Farmfield.

Baca juga: Ingin Jalankan Bisnis Desa Wisata? Ini Tips dari Kemenparekraf agar Sukses

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Lokal Mulu (@lokalmulu)

 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau