Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Industri Kreatif Lampung Bergeliat, tapi Kesulitan Tembus Industri Perfilman Nasional

Kompas.com - 14/06/2024, 19:54 WIB
Tri Purna Jaya,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Industri kreatif di Lampung mulai bergeliat. Hal ini terlihat dari munculnya sejumlah film yang digarap para pekerja kreatif dari wilayah ini.

Namun demikian, para pekerja kreatif di Lampung masih harus menempuh jalan panjang untuk bisa masuk ke pasar perfilman nasional.

Salah satu film yang digarap sineas Lampung adalah "Patok Tenda Raimuna". Film yang berdurasi 104 menit itu digarap secara mandiri, tanpa ada sponsor.

Baca juga: Erick Thohir Sebut ACE-YS 2023 Jadi Pendorong Inovasi dan Kewirausahaan Industri Kreatif

Sutradara film "Patok Tenda Raimuna", Rizqon Agustia Fahsa mengatakan, film ini sebenarnya diproyeksikan untuk ditayangkan di bioskop. Namun, kondisi monopoli penyelenggaraan bioskop membuat vendor hanya melihat Jakarta sebagai pusat industri.

"Bukan cuma Jakarta, ini kan karya, tapi ya agak aneh kalau hanya melihat profit sebagai satu-satunya acuan. Ini yang coba kita kritisi dari pembuatan film ini," kata Rizqon saat diwawancarai, Kamis (13/6/2024) malam.

Rizqon mengatakan, idealisme yang dibawa dalam pembuatan film ini adalah semangat film indie.

Sementara itu, produser "Patok Tenda Raimuna", Arief Budiman alias Ale mengatakan, secara teknis semua kebutuhan standar yang disyaratkan pihak vendor bioskop sudah terpenuhi.

"Mulai dari resolusi minimal sampai sound sudah terpenuhi," kata dia.

Namun, untuk bisa menembus jaringan bioskop ini masih dirasa sangat sulit, khususnya bagi sineas daerah.

"Selama ini industri film masih berkutat Jakarta sentris, ya kita di daerah ini sulit menembusnya," kata Ale.

Baca juga: Lampung Barat Berambisi Jadikan Kopi Arabika sebagai Komoditas Unggulan

Menurutnya, meski film yang digarap Genia Visinema itu disebut untuk konsumsi komersial, semangat pembuatannya masih film indie.

Karena itu, semua kru dan talent yang terlibat dalam pembuatan film ini tidak mendapatkan bayaran.

"Ya orang gila mana yang mau bikin film nggak dibayar. Ini kita coba ngasih tahu, industri film nggak hanya di Jakarta kok. Di daerah juga banyak potensinya," kata dia.

Berawal dari kegelisahan

Rizqon mengatakan, film ini lahir dari kegelisahan dari sekumpulan sineas muda di Lampung atas kondisi atas perilaku Gen-Z di era sekarang.

Untuk merangkum semua kegelisahan itu, film berjudul "Patok Tenda Raimuna" tersebut dibuat laiknya film panjang dan direncanakan ditayangkan di bioskop ternama.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kenali 'Data Driven' Agar Berbisnis Lewat TikTok Lebih Optimal

Kenali "Data Driven" Agar Berbisnis Lewat TikTok Lebih Optimal

Training
Tingkatkan Keterampilan Pelaku UMKM, PLN Ajak 250 IRT Pelatihan Menjahit dan Membatik

Tingkatkan Keterampilan Pelaku UMKM, PLN Ajak 250 IRT Pelatihan Menjahit dan Membatik

Program
Tingkatkan Kompetensi UMKM di Papua, Kementerian Investasi Bersama Dekranas Gelar Forum Pelatihan

Tingkatkan Kompetensi UMKM di Papua, Kementerian Investasi Bersama Dekranas Gelar Forum Pelatihan

Training
4 Cara Menarik Pelanggan Saat Membangun Bisnis Baru

4 Cara Menarik Pelanggan Saat Membangun Bisnis Baru

Training
40 Pelaku Usaha di Penjaringan Ikut Pelatihan Kuliner, Salah Satunya Dilatih Buat Menu Mie Gacoan

40 Pelaku Usaha di Penjaringan Ikut Pelatihan Kuliner, Salah Satunya Dilatih Buat Menu Mie Gacoan

Program
Diskop Kulon Progo Sebut 1.066 Produk UMKM Lolos Kurasi BelaBeliKu

Diskop Kulon Progo Sebut 1.066 Produk UMKM Lolos Kurasi BelaBeliKu

Program
KemenKopUKM dan BRIN Jajaki Kerja Sama Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM

KemenKopUKM dan BRIN Jajaki Kerja Sama Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM

Program
Holding BUMN Pangan Gandeng INKUD untuk Sediakan Benih Unggul bagi Petani

Holding BUMN Pangan Gandeng INKUD untuk Sediakan Benih Unggul bagi Petani

Program
Produksi Lokal Menurun, Gula Aren Asal Kediri 'Banjiri' Pasar Rangkasbitung

Produksi Lokal Menurun, Gula Aren Asal Kediri "Banjiri" Pasar Rangkasbitung

Training
YDBA Targetkan 300 dari 1.300 UMKM Binaannya Bisa Mandiri

YDBA Targetkan 300 dari 1.300 UMKM Binaannya Bisa Mandiri

Program
Minuman Kopi Satu Liter Jadi Penyelamat Bisnis Dua Coffee

Minuman Kopi Satu Liter Jadi Penyelamat Bisnis Dua Coffee

Jagoan Lokal
Tembakau Jember Ini Didorong Mendapatkan Sertifikat Indikator Geografis

Tembakau Jember Ini Didorong Mendapatkan Sertifikat Indikator Geografis

Training
Puluhan Disabilitas di Karawang Ikuti Pelatihan Barista oleh PNM

Puluhan Disabilitas di Karawang Ikuti Pelatihan Barista oleh PNM

Program
Pemkot Kendari Hadirkan Eco KIM untuk Fasilitasi Pemasaran Produk UMKM

Pemkot Kendari Hadirkan Eco KIM untuk Fasilitasi Pemasaran Produk UMKM

Program
Produk Olahan Rotan Indang Apang Galeri Berhasil Tembus Pasar Internasional

Produk Olahan Rotan Indang Apang Galeri Berhasil Tembus Pasar Internasional

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com