Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Pelaku UMKM Lakukan Ekspor, Kantor Bea Cukai Kupang Beri Edukasi

Kompas.com - 06/07/2024, 22:27 WIB
Bestari Kumala Dewi

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ekspor tidak hanya menjadi peluang untuk memperluas pasar, tetapi juga menjadi kunci meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, UMKM dapat mengoptimalkan peluang ekspor mereka.

Berkaitan dengan hal itu, Kantor Bea Cukai Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan edukasi cara melakukan ekspor produk bagi pelaku UMKM di Kota Kupang.

Baca juga: Bisnis Daun Kelor Bisa Tembus Pasar Ekspor, Ikuti 5 Tips Berikut

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) Kantor Bea Cukai Kupang Nanang Sekti mengatakan, seluruh pelaku usaha NTT yang mau mengirim barang atau produk ke luar negeri harus memenuhi ketentuan di bidang ekspor yang disesuaikan dengan negara tujuan.

Salah satu dokumen penting yang harus diajukan pelaku usaha ialah Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Pengurusan PEB ini gratis, tanpa dipungut biaya apa pun.

“Dokumen PEB harus diajukan oleh pelaku usaha selaku eksportir, paling cepat tujuh hari sebelum tanggal perkiraan ekspor, sedangkan paling lambat sebelum sarana pengangkut berangkat,” jelas Nanang seperti dikutip dari Antara, dalam acara Gebyar UMKM dan Sawit NTT, di Kota Kupang, Sabtu (6/7/2024).

Lebih lanjut Nanang mengingatkan, pengiriman barang ke luar negeri tidak sama seperti mengirim barang dari Kupang ke kota lain di Indonesia.

Jika ingin mengirimkan produk ke luar negeri, pelaku usaha dapat menggunakan Perusahaan Jasa Titipan (PJT) atau Kantor Pos.

Apabila menggunakan jasa Kantor Pos, pelaku usaha tidak perlu mengajukan PEB apabila berat produk yang dikirim tidak lebih dari 30 kg per pengirim.

Pengurusan PEB wajib dilakukan apabila berat lebih dari 30 kg, dengan ketentuan pengirim sebagai eksportir, sedangkan kantor pos sebagai Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).

Namun, jika pengiriman menggunakan PJT dengan jumlah pengirim lebih dari satu, maka PJT bertindak sebagai eksportir dan mengurus semua PEB.

Apabila pengiriman dilakukan oleh satu orang pengirim saja, maka pengirim tersebut adalah eksportir dan PJT sebagai PPJK.

"Untuk skala besar gunakan jasa forwarder yang sudah teruji kredibilitasnya," kata Nanang.

Baca juga: Pemprov Sumut Ekspor Perdana 2.500 Kilogram Kerupuk Ikan Patin ke Malaysia

Ia juga menekankan enam prinsip dasar bagi UMKM yang ingin melakukan ekspor, yang dikenal dengan sebutan 6P, yakni Produk, Profil usaha, Pemasaran, Pembayaran, Pengiriman, dan Program berkelanjutan.

Dalam aspek produk, Nanang mengajak pelaku usaha untuk melakukan riset terlebih dahulu tentang negara tujuan ekspor, agar menyesuaikan dengan produk yang hendak dikirim.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau