Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Memulai Bisnis Foto dan Video Pernikahan

Kompas.com, 28 Juli 2024, 09:19 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Setiap orang pasti selalu ingin mengabadikan momen pernikahan yang dialaminya sekali seumur hidup ke dalam sebuah dokumentasi yang cantik.

Jika dulu dokumentasi pernikahan hanya sebatas foto, kini sudah ada video yang menambah kesakralan momen tersebut.

Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang mulai tertarik untuk menekuni bidang ini sebagai pekerjaan dan bisnis utamanya. Apalagi, bisnis ini terbilang unik dan membutuhkan sisi kreatif yang tinggi dalam pengambilan gambar agar mendapatkan hasil maksimal.

Punya hobi fotografi atau videografi dan ingin memulai bisnis di bidang ini tapi tak tahu harus mulai darimana?

Dilansir dari Cermati.com, berikut 4 hal yang wajib Anda miliki ketika ingin memulai bisnis di bidang fotografi/videografi pernikahan:

1. Portofolio

Hal pertama dan paling penting yang wajib Anda miliki ketika ingin memulai bisnis dokumentasi pernikahan yakni portofolio. Dari portofolio yang ada, akan terlihat seperti apa kualitas atau kemampuan seseorang di bidang fotografi maupun videografi.

Tanpa adanya portofolio yang sesuai, fotografer maupun videografer akan cukup sulit mendapatkan kepercayaan dari calon klien.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk mulai menyiapkan portofolio sebagus mungkin sejak mulai tertarik dengan fotografi, terutama bagi pemula.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan portofolio. Misalnya dengan dengan memotret momen wedding keluarga atau bekerja secara freelance di vendor layanan foto pernikahan.

Hal ini untuk mengasah kemampuan fotografi dan videografi yang dimiliki secara maksimal. Ketika portfolio sudah siap dan ‘layak dijual’, maka Anda akan dengan mudah menemukan segmen pasar yang sesuai.

2. Siapkan Peralatan yang Mendukung

Ketika berbicara soal fotografi maupun videografi, menyiapkan alat tempur yang memadai seperti kamera adalah hal yang cukup esensial. Apalagi jika ingin memulai usaha jasa fotografi dan videografi, maka sangat disarankan untuk menyiapkan kamera yang proper.

Setidaknya kamera yang perlu disiapkan harus dilengkapi tiga jenis lensa berbeda, yakni lensa medium, ultra wide, dan juga tele.

Lensa-lensa tersebut berguna untuk memotret momen berbeda dengan hasil optimal. Misalnya ketika ingin memotret momen yang menampakkan pemandangan indah, Anda bisa menggunakan lensa jenis ultra wide.

Sementara itu, lensa medium digunakan untuk menambahkan efek bokeh yang memukau, sedangkan lensa tele untuk momen candid.

Sebagai fotografer atau videografer, Anda harus bisa memaksimalkan penggunaan lensa kamera sesuai kebutuhan.

Supaya hasil foto atau video yang direkam tampak sempurna dan memberikan kesan tak terlupakan. Dengan begitu, Anda bisa lebih siap ketika memulai bisnis dokumentasi momen pernikahan.

Baca juga: Ide Bisnis Menjanjikan dan Belum Banyak Pesaing

3. Bangun Komunikasi dan Hubungan baik

Hampir di semua aspek kehidupan, komunikasi menjadi salah satu yang cukup penting tak terkecuali dalam memulai bisnis dokumentasi pernikahan. Cara Anda dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan klien menjadi hal yang sangat penting.

Pasalnya, komunikasi dengan klien bukan hanya saat pemotretan saja, tetapi lebih dari itu. Terutama ketika membuat dan mengatur rencana dan persiapan di hari H pemotretan.

Seperti mendiskusikan konsep video dan foto, mengatur kostum yang akan digunakan, menentukan lokasi dan sebagainya.

Semua persiapan tersebut tidak akan berguna tanpa adanya komunikasi dan hubungan baik yang terjalin antara pemilik bisnis dan klien. Sangat disarankan untuk terbuka dan bersikap jujur dengan klien terkait persiapan pemotretan atau pengambilan video.

Pastikan untuk membahas hal-hal teknis secara detail dan jelas sejak awal, supaya pekerjaan bisa dilakukan dengan baik dan optimal. Dengan begitu, tidak ada pihak yang akan merasa dirugikan akibat kurangnya komunikasi yang terjalin.

4. Mampu Jadi Pengarah Gaya dan Menjaga Mood

Ketika bekerja sebagai fotografer maupun videografer dokumentasi pernikahan, tak semua klien yang ditemui mampu bergaya bak model di depan lensa kamera. Kebanyakan justru merasa malu, canggung, kaku, tegang, atau bahkan gampang stres dan terintimidasi oleh kamera. Hal ini membuat kemampuan fotografer atau videografer diuji.

Pasalnya, klien sudah mengeluarkan uang untuk mendapatkan hasil foto atau video yang bagus dengan layanan jasa yang ditawarkan. Jadi apapun caranya, pastikan bisa membuat mood klien tersebut naik dan jadi bagus agar foto yang diambil lebih optimal. Salah satunya bisa dengan mengajak klien ngobrol agar merasa nyaman, aman dan percaya dengan Anda.

Ketika suasana hati klien sudah cukup baik, tanpa disadari suasana tersebut akan membuat proses pengambilan foto dan video akan bebas kendala.

Saat mengarahkan gaya lakukanlah dengan cara yang lembut, di lain sisi juga jelas dan detail sehingga mudah dipahami. Misalnya ketika mengarahkan gaya agar klien bisa mengekspresikan emosinya, berikan instruksi yang jelas.

Sangat dianjurkan untuk menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan minimal sehari sebelum hari H pemotretan, supaya tidak terburu-buru. Selain itu, jika memungkinkan bawa peralatan yang tidak merepotkan dan ringkas. Pasalnya, peralatan yang simpel dan ringkas akan membuat pekerjaan jadi lebih mudah, bahkan mampu ikut menjaga suasana hati.

Hal ini penting demi merintis bisnis yang agar mampu berkembang dan berjalan lancar di tengah persaingan pasar. Pastikan untuk memulai bisnis sesuai passion dan minat yang dimiliki.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggubg jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau