Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui Kriteria dan Tips Membuat Logo Yang Efektif

Kompas.com, 19 Agustus 2024, 20:00 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam dunia bisnis, logo merupakan salah satu elemen dasar yang penting. Tanpa logo, bisnis akan sulit dikenal oleh masyarakat dan tidak memiliki identitas yang jelas.

Logo dalam bisnis dapat diartikan sebagai tulisan, gambar, hingga bentuk yang mengandung filosofi di dalamnya untuk mewakili identitas sebuah merek. Biasanya logo menggambarkan karakteristik, produk apa yang ditawarkan, hingga visi misi perusahaan.

Logo juga digunakan sebagai pembeda antara merek yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu kehadiran logo sangat diperlukan dalam bisnis.

Namun, pernahkah kamu merasa kebingungan dalam membuat logo untuk bisnismu? Kira-kira logo seperti apa yang efektif dan mudah diingat masyarakat?

Berikut ini adalah kriteria beserta tips untuk membuat logo yang efektif, cocok untuk kamu yang baru mulai membuat logo, seperti yang dilansir dari Gramedia.com,

1. Sederhana

Baca juga: 3 Tips Membuat Desain Website Bisnis untuk Pengusaha Pemula

Pada dasarnya logo dibuat agar suatu merek mudah diingat dikalangan masyarakat. Tujuannya agar orang yang melihat logo tersebut bisa langsung mengetahui dan mengenali logo tersebut berasal dari merek apa.

Oleh karena itu ada baiknya logo dibuat dengan sederhana. Dengan begitu masyarkakat bisa memahami informasi apa yang disampaikan dari logo tersebut.

Jika logo terlalu banyak menggunakan elemen dan karakter, khawatirnya mungkin saja masyarakat merasa bingung sebenarnya merek dari logo ini menawarkan produk apa karena ada banyak ilustrasi yang mewakili logo tersebut.

Tips untuk membuat logo yang sederhana adalah coba pilih salah satu elemen, lambang karakter yang mewakili merek. Jika ingin menambahkan tulisan, jangan terlalu panjang atau lebih dari dua kata. Semakin banyak tulisan yang dimasukkan semakin sulit orang mengingatnya.

Bahkan kamu juga bisa membuat logo dengan memilih salah satunya antara tulisan dan lambang. Logo bisa terlihat lebih sederhana dan mudah diingat.

2. Unik dan Mudah Diingat

Logo yang efektif adalah logo yang mudah diingat. Bagaimana cara agar logo mudah diingat? Salah satunya dengan membuat logo yang unik, ikonik, dan eye catching.

Tips membuat logo yang unik yaitu dengan membuat inovasi baru terhadap logo, artinya logo tersebut bukan hasil plagiasi dari merek lain. Logo berguna sebagai identitas, jangan sampai kamu membuat logo yang persis seperti bisnis lain meskipun produk yang ditawarkan serupa.

Baca juga: 4 Tips Efektif Mengembangkan Usaha, Pelaku UMKM Perlu Tahu

Tips membuat logo yang ikonik yaitu dengan memperkuat karakteristiknya, sehingga logo tersebut bisa menjadi ciri khas suatu merek. Bagaimana caranya agar orang yang melihat logo tersebut langsung teringat pada merek dan produk yang ditawarkan karena logonya ikonik.

Tips membuat logo yang eye catching yaitu buatlah logo yang bisa menarik perhatian orang yang melihatnya. Misalnya dengan pemilihan warna, membuat bentuknya yang estetis, atau karena ada satu simbol yang menjadi pusat perhatian dari logo tersebut.

3. Serba Guna

Logo juga dapat dikatakan efektif apabila logo tersebut bisa serba guna, artinya logo dapat mewakili identitas perusahaan secara keseluruhan.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau