Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui 4 Kendala Bisnis Agrowisata dan Cara Mengantisipasinya

Kompas.com - 21/08/2024, 15:12 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

3. Modal yang Besar

Memiliki bisnis pertanian saja membutuhkan banyak modal, terlebih lagi jika menjadikannya tempat wisata tentu memakan modal yang sangat besar.

Sebab kamu perlu menambah fasilitas baru, melakukan sedikit renovasi, menambah biaya perawatan, dan merekrut banyak pekerja tambahan.

Selain itu, bisnis pariwisata ini membutuhkan biaya lebih untuk kerugian-kerugian yang sering terjadi. Misalnya kerugian tanaman yang gagal panen karena rusak oleh pengunjung.

Solusi untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan menggandeng investor. Tanpa adanya investor kamu harus mengeluarkan modal sendiri, dan tentu saja akan sulit menutup kebutuhan modal tersebut.

Selain itu kamu juga perlu mengelola modal yang ada untuk digunakan secara maksimal untuk menghindari pengeluaran uang yang sia-sia.

4. Bergantung pada Musim

Baca juga: Perjalanan Agus Sudardji Membangun Bisnis Agrowisata Kuntum Farmfield

Sama seperti bisnis pertanian dan perkebunan secara umum, bisnis agrowisata tentu saja bergantung pada kondisi musim. Sebab mungkin saja kualitas pertanian mengalami penurunan karena adanya pergantian musim.

Jika kondisi dan kualitas pertanian sedang merosot, biasanya akan mengurangi minat pengunjung. Mungkin saja kamu mengalami sepi pengunjung.

Solusi untuk mengantisipasi sepinya pengunjung karena musim adalah coba tawarkan aktivitas rekreasi menarik lainnya selain bertani. Misalnya kamu bisa menambah kegiatan memancing atau menghias pot tanaman.

Dengan begitu daya tarik dari bisnis agrowisata bukan hanya memetik hasil panen saja tetapi ada banyak kegiatan lain yang tetap berkaitan dengan edukasi agrowisata.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau