Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Para Disabilitas Berwirausaha, dari Desain sampai FnB

Kompas.com, 25 Agustus 2024, 14:43 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pagi itu di Bazar UMKM acara Business Development Services (BDS) 2024, sebanyak 30 tenant UMKM binaan Jakpreneur tampak memeriahkan acara.

Terlihat salah satu tenant cukup menarik perhatian, di dalamnya ada tiga orang teman-teman berkebutuhan khusus yang tengah semangat menawarkan produknya.

Saat Kompas.com menghampiri, Adrian, Adam, dan Dimas kompak menjelaskan produk yang ada, mulai dari kopi, jus, kerajinan tangan, snack, hingga lilin aroma terapi. Mereka terlihat antusias saat mengatakan bahwa produk-produk yang ada di sini merupakan hasil tangannya sendiri.

Tak lama kemudian, dua orang wanita turut membantu tiga sekawan tersebut. Ibu Aurora dan Ibu Pipit, dua orang tua yang hari itu mendampingi teman-teman ToFo Corner berjualan di bazar.

Alumni LSBA Coba Berwirausaha

Aurora bercerita, teman-teman ini merupakan kumpulan alumni London School Beyond Academy (LSBA) jurusan desain. Setalah lulus, lima orang alumni dengan visi misi yang sama memutuskan untuk mencari peluang baru dalam dunia bisnis, berharap dengan ini bisa menyalurkan kreativitas mereka.

Sambil didampingi para Ibu sebagai pengelola, kelima teman-teman tersebut akhirnya memulai komunitas ToFo Corner untuk membuat dan menjual produk-produk hasil karya sendiri.

Baca juga: 7 Tips Menjaga Semangat dan Motivasi Saat Membangun Bisnis

"Sudah berjalan dari satu setengah tahun yang lalu, awalnya menjual merchandise seperti totebag, buku, pin, kriya dan sebagainya," ucap Aurora kepada Kompas.com, Kamis (22/08/2024).

Memang terlihat beberapa produk merchandise yang ada di tenant tersebut. Mulai dari pin dengan desain ilustrasi yang dibuat sendiri, buku catatan kecil, hingga baju yang dilukis. Siapa sangka, teman-teman spesial ini memiliki keterampilan lebih untuk membuat karya desain yang tidak kalah dengan produk-produk di toko pada umumnya.

Dari Desain, Kini Merambah Bisnis FnB

Singkat cerita, teman-teman dari ToFo Corner mulai menggali potensi-potensi baru di industri Food and Beverage (FnB). Mereka mulai belajar menjadi barista, membuat kopi sendiri, hingga ikut magang di suatu cafe untuk berjualan kopi. Akhirnya, kini ToFo Corner tidak hanya menjual merchandise saja tetapi juga menjual kopi, minuman segar, dan snack-snack buatan mereka sendiri.

Aurora menambahkan, kini ToFo Corner juga mulai mencari celah untuk mencoba setiap kesempatan yang ada, mulai dari desain hingga FnB, karena semulanya lima orang alumni jurusan desain ini ternyata juga memiliki peluang di industri lain.

Baca juga: Cerita Askar Owner Ka Nung Bakery Berdayakan Para Difabel Lulusan SLB

ToFo Corner melatih teman-teman berkebutuhan khusus berwirausaha di acara Bazar UMKM BDS 2024KOMPAS.com - Anagatha Kilan Sashikirana ToFo Corner melatih teman-teman berkebutuhan khusus berwirausaha di acara Bazar UMKM BDS 2024
Pada dasarnya, berbisnis memang tidak lepas dari tantangan masing-masing. Begitupun ToFo Corner, yang dijalankan oleh teman-teman berkebutuhan khusus. Pipit selaku salah satu perwakilan orang tua yang juga menjadi pengelola mengatakan untuk menggali potensi mereka perlu adanya pemahaman karakter, apa kelebihan dan kekurangan masing-masing anak.

"Tantangannya untuk memahami karakter mereka yang berbeda-beda, mangkanya kami para ibu turut mendampingi karena sudah tahu kelebihan dan kekurangan mereka. Misalnya seperti ikut kegiatan ini, kami berperan sebagai motivator yang menjaga mood mereka juga," jelas Pipit

"Kegiatan berwirausaha seperti ini tujuannya agar mereka mandiri dan melatih skills juga. Mulai dari skill berjualan, berkomunikasi, kesabaran, dan melatih fokus," imbuh Aurora.

Menyuarakan Karya Teman-teman Spesial

Baca juga: Tips Berwirausaha Bagi Pemula, Salah Satunya Jangan Gengsi

ToFo Corner berjualan dari hari Senin hingga Jumat di Kampus C LSPR Sudirman Park Jakarta. Beberapa kali mereka turut mengikuti acara-acara seperti Bazar UMKM ini.

Meskipun lima orang teman-teman ToFo Corner harus bergantian hari saat mengikuti acara, Aurora dan Pipit mengaku dengan mengikuti kegiatan seperti ini sangat membantu untuk menyuarakan karya mereka.

"Kami seperti diberi kesempatan agar orang-orang bisa lebih tahu mereka, kami bisa menunjukkan bahwa anak-anak ini juga mampu berkarya. Selain itu, anak-anak kami juga bisa belajar bersosialisasi," ujar Aurora.

Cerita di balik ToFo Corner ini membuktikan bahwa setiap orang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing memiliki kesempatan untuk berkarya dan berbisnis. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau