Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Perubahan di Desa Semedo, Kini Ekspor Puluhan Ton Gula Semut

Kompas.com, 5 September 2024, 17:42 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Selang dua tahun dari penghargaan tersebut, tepatnya pada tahun 2018 Desa Semedo menjadi desa percontohan dengan bertajuk Desa Sejahtera Astra (DSA). Hingga hari ini keberhasilan semakin terlihat oleh Semedo Manise semenjak Desa Semedo berada dibawah binaan Astra.

"Waktu itu di tahun 2018 kami bergabung ke Desa Sejahtera Astra untuk percontohan, dan Alhamdulillah sampai hari ini kami masih termasuk dalam program DSA tersebut," ucap Sobirin.

Baca juga: Ingin Berbisnis Gula Aren? Simak Tips dari Owner Asa Palm Sugar Preanger Ini

Meningkatkan Taraf Hidup Petani Desa Semedo

Melalui YDBA, Sobirin mengaku mendapat pendampingan dan pelatihan termasuk mengenai manajemen keuangan dan cara produksi, tidak hanya itu YDBA juga memberi pelatihan basic mentalitiy yang berguna untuk mendorong pola pikir petani untuk sejahtera secara jangka panjang.

Berbicara mengenai basic mentality, nampaknya petani Desa Semedo memang mengalami kemajuan pesat. Dapat dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya, kini Desa Semedo bukan lagi Desa Tertinggal tetapi sudah tercatat sebagai Desa Berkembang.

"Petani kami sudah banyak berubah, kini ribuan petani pendapatannya di atas dua sampai tiga juta, bahkan ada yang enam juta sebulan. Karena harga beli kami di petani sudah tinggi, sekitar Rp 20.000 perkilo," jelas Sobirin.

Baca juga: Program Pembinaan UMKM Pertamina Berikan Alat Produksi Gula Semut

Tentu hal ini memberikan dampak jangka panjang untuk para petani, khususnya dalam mengantar anak-anaknya ke gerbang perguruan tinggi. Satu per satu keturunan mereka berhasil disekolahkan menjadi sarjana.

Koperasi Semedo Manise Sejahtera kini membina ribuan petani dan tercatat ada 13 kelompok tani yang sudah bergabung menjadi binaan. Roda perekonomian di Desa Semedo pun semakin menuju ke arah kemakmuran berkat adanya Semedo Manise dan mendapat binaan sebagai DSA.

"Setelah produksi gula semut, banyak anak-anak petani yang sudah menjadi sarjana, mindset orang tuanya juga mulai berubah," imbuhnya.

Target Sobirin di Tahun Ini

Saat ini omzet yang mereka dapat pun sudah menembus miliaran rupiah pertahun, karena mencapai jumlah ekspor gula semut sebanyak 25-30 ton perbulannya. Permintaan gula semut justru 95 persen lebih banyak dari pasar internasional dibandingkan pasar global. Kembali lagi terhadap isu kesadaran masyarakat terhadap minat konsumsi produk-produk kesehatan.

Baca juga: Produk Gula Kelapa UMKM Ini Tembus ke 10 Negara

Namun, ada salah satu tantangan yang dihadapi oleh Semedo Manise dalam kegiatan ekspor. Usut punya usut, produk yang diekspor dari Semedo Manise yaitu berupa bal gula semut, memang belum ekspor secara langsung menggunakan bendera "Semedo Manise" sendiri.

Meskipun demikian, Sobirin tetap yakin bahwa di tahun ini mereka bisa ekspor dengan membawa benderanya sendiri, berkat bantuan dari Kementerian Koperasi serta binaan dari DSA dan YDBA.

"Jadi selama tahun 2012 sampai sekarang kami ekspor produk tetapi masih undername, indirect yang belum langsung," ungkap Sobirin.

"Namun di tahun 2024 ini kami optimis bisa ekspor sendiri, karena kami juga mendapat binaan dari YDBA dan dari DSA. Selain itu kami punya fasilitasi dari Kementerian Koperasi untuk sertifikasi organik internasional," pungkasnya dengan optimis.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau