Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu Mencoba Bisnis Kerajinan, Hobi Jadi Cuan

Kompas.com - 28/09/2024, 20:57 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Salah satu industri bisnis yang cocok untuk seseorang yang kreatif adalah bisnis kerajinan. Bisnis ini memiliki beragam jenis produk mulai dari kerajinan tangan, lukisan, patung, keramik, anyaman, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, bisnis kerajinan terbilang fleksibel untuk para seniman mengeksplorasi kreativitasnya.

Berbisnis kerajinan juga terbilang menjanjikan. Sebab selera seseorang dan nilai jual sebuah karya seni berbeda-beda. Mungkin saja karya tersebut terjual dengan sangat mahal.

Berikut ini beberapa alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan untuk berbisnis kerajinan, seperti yang dilansir dari smallbiztrends.com 

Baca juga: Cerita Heiriyah Merintis Bisnis Kerajinan Trois Art, Bermula dari Hobi

Hobi yang Mendatangkan Cuan

Seperti yang sudah diketahui, bisnis kerajinan ini sangat menguntungkan bagi para pekerja seni atau seseorang yang kreatif.

Selain bisa menyalurkan hobinya, bisnis kerajinan bisa mendatangkan cuan jika dijalankan dengan serius.

Kamu yang senang dengan industri ini akan menghabiskan hari-hari dengan melakukan sesuatu yang kamu sukai, sekaligus merintis karir sebagai pebisnis.

Permintaan Barang Kerajinan Semakin Meningkat

Saat ini, permintaan akan barang kerajinan semakin meningkat. Salah satu alasannya karena beberapa orang mementingkan nilai estetika dan kelangkaan.

Baca juga: Bosan Kerja di Jakarta, Astaria Rintis Bisnis Kerajinan Eceng Gondok

Barang kerajinan yang dibuat tangan sendiri tentunya jarang atau bahkan tidak ada duplikasinya. Jika membeli barang kerajinan, kemungkinan kamu satu-satunya yang memiliki barang tersebut.

Hasil buatan tangan tentu akan berbeda meskipun dibuat oleh perajin yang sama. Maka dari itu, beberapa orang lebih menyukai barang kerajinan karena kelangkaan tersebut.

Secara otomatis, artinya ada pasar yang berkembang untuk bisnis kerajinan kamu.

Dapat bekerja dari rumah

Salah satu alasan mengapa seseorang ingin berbisnis mungkin saja karena tidak ingin terikat dengan peraturan kantor.

Jika kamu ingin menjadi bos bagi diri sendiri, merekrut pekerja, serta mencari uang dari rumah, maka memulai bisnis kerajinan tangan bisa kamu pertimbangkan.

Baca juga: Strategi Owner Stellar Coronae Memperkaya Ide Produk Bisnis Kerajinan

Kamu bisa mengatur kapan kamu harus bekerja, di mana kamu mengerjakan pekerjaanmu, hingga apa yang ingin kamu kerjakan pada hari itu.

Bahkan jika berbisnis kerajinan, kamu bisa menjadikan rumah sebagai tempat bekerja sekaligus galeri untuk memajang produk-produk yang kamu hasilkan.

Peluang terhubung dengan perajin lain

Salah satu keuntungan berbisnis kerajinan adalah kami bisa memperluas relasi kamu. Ada banyak tokoh dan komunitas perajin yang besar di luar sana. Bahkan mereka juga saling mendukung satu sama lain.

Ada banyak peluang kamu untuk terhubung dengan perajin lain. Misalnya terhubung dengan secara daring atau melalui pertemuan di pameran dan lokakarya kerajinan.

Tentunya ini dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan inspirasi, mempelajari teknik baru, hingga memasarkan bisnis kerajinan kamu sendiri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau