Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Kerajinan Ingin Jalin Kerjasama B2B? Ini Tipsnya

Kompas.com, 15 Oktober 2024, 18:03 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nena Collection adalah brand lokal asal Bantul, Yogyakarta yang menjual kerajinan kain jahit seperti baju, dekorasi rumah, kerajinan tas, dompet, hingga aksesoris.

Berdiri sejak tahun 2000, founder Nena Collection, Erna Zurnimawati (51) telah mempekerjakan 15 ibu-ibu sekitar rumahnya dan turut memberdayakan disabilitas. Dalam sehari, kapasitas produksi Nena Collection bisa sampai ratusan pieces. Bahkan pernah ada orderan masuk 600 tas dan berhasil diproduksi dalam satu minggu.

Bisnis kerajinan kain jahitnya kini berkomitmen zero waste atau mengurangi limbah dengan memanfaatkan sisa kain perca untuk diolah menjadi produk baru. Bahkan, kini produk-produk Nena Collection sudah ekspor ke Jepang meskipun belum ekspor secara langsung.

Baca juga: Tips Jalin Kerjasama Bisnis B2B dengan Hotel dan Kafe

Dalam perjalanan bisnisnya tepatnya saat memasuki tahun 2002, Nena Collection mulai berkembang dan banyak orderan yang masuk. Usut punya usut, Nena Collection memasukkan produknya ke toko-toko souvenir dan tak disangka ternyata produk kerajinan kain mereka justru laris manis di toko souvenir.

Melalui permintaan toko yang terus masuk orderan, akhirnya mereka membuat beragam model-model baru. Jadi sampai hari ini produk yang di supply bukan berdasarkan penawaran Nena Collection, tapi berdasarkan permintaan toko yang bersangkutan.

Mengenai kerja sama Business To Business (B2B) ini, kepada Kompas.com Erna membagikan tips jalin kerja sama B2B untuk bisnis kerajinan khususnya jika ingin kerja sama dengan toko souvenir.

1. Penuhi Permintaan Toko

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Nena Collection dalam memasok produk ke toko lebih sering memenuhi permintaan toko tersebut sehingga berdasarkan orderan. 

Baca juga: 4 Tips Membangun Merek yang Kuat untuk Bisnis

Nena Collection telah bekerja sama dengan banyak toko souvenir di berbagai daerah. Terlebih lagi, produk Nena Collection menjadi alternatif oleh-oleh di berbagai kota.

Mulai dari Solo, Jogja, Cirebon, hingga Jakarta, tentunya tiap daerah memiliki preferensi masing-masing dari segi produk oleh-oleh. Model yang mereka minta juga berbeda-beda sehingga Nena Collection berusaha memenuhi permintaan masing-masing toko.

Tak hanya itu, Erna juga jalin kerja sama dengan instansi-instansi. Banyak dari mereka yang mengadakan seminar dan membutuhkan pasokan barang merchandise dengan model khusus.

Oleh karena itu, salah satu tips agar kerja sama Business to Business antara bisnis kerajinan dengan toko souvenir dapat berjalan dengan baik adalah coba untuk penuhi permintaan toko. Bagaimana pun, pihak toko lebih tahu produk dengan model seperti apa yang paling banyak di beli di toko atau di daerah tersebut.

"Iya, ada B2B-nya juga sampai sekarang masih berjalan. Produknya kami supply ke toko-toko souvenir, produk yang dibikin sudah banyak sekali dan itu orderannya berdasarkan permintaan mereka," kata Erna.

Baca juga: Tips untuk Pelaku Usaha Sebelum Merekrut Pekerja Disabilitas

2. Fokus Dengan Bisnis Sendiri

Istiqomah dalam usaha sendiri dan jangan lihat rumput tetangga lebih hijau, itulah kata Erna. Dalam jalin Business to Business, Erna memiliki komitmen untuk terus fokus mengembangkan usaha sendiri. Pantang baginya untuk menengok kanan kiri usaha lain dan tergiur untuk berganti-ganti usaha.

Menurutnya, dengan begitu ia dapat fokus mengembangkan satu usahanya, kemudian bisa menciptakan sesuatu yang lebih.

"Dengan fokus istiqomah di usaha sendiri itu bisa menciptakan sesuatu yang lebih. Di sini lebih itu maksudnya lebih unik, lebih khas, lebih berkualitas," ujar Erna.

Jika sibuk membanding-bandingkan produk sendiri dengan bisnis lain, maka akan sulit untuk menemukan ciri khas dan keunikan produk sendiri. Sementara itu, untuk jalin kerja sama Business to Business dibutuhkan ciri khas yang memberikan nilai lebih dari suatu produk atau bisnis.

Baca juga: Tips Pemasaran Musiman, Stok Barang Auto Laris

"Jadi ada ciri khas di produknya, biar kita berbeda dengan yang lain. Dengan begitu akhirnya bisnis kita pasti akan dicari. Jadi rutin aja yang diproduksi ada terus tapi kita enggak lupa bahwa kita juga membuat inovasi model-model baru yang ngikutin tren," imbuhnya.

3. Lihat dan Sesuaikan Dengan Potensi Bisnis

Tips yang tidak kalah penting jika ingin jalin kerja sama Business to Business untuk bisnis kerajinan adalah lihat dan sesuaikan potensi bisnis dengan partner yang akan diajak kerja sama, dengan begitu tentu akan lebih menguntungkan dan berpeluang kerja sama jangka panjang.

Seperti Nena Collection yang berbisnis kerajinan kain jahit, dari produknya memiliki potensi untuk dijadikan oleh-oleh. Potensi kedua adalah lokasi Nena Collection yang beroperasi di Bantul, Yogyakarta sehingga banyak wisatawan yang datang.

Baca juga: Tips Mengelola Retur, Agar Bisnis Terhindar dari Kerugian

Melihat dua potensi utama ini, maka kerjasama Business to Business yang paling tepat adalah dengan toko souvenir. Dengan mengetahui potensinya sebagai produk kerajinan yang banyak dijadikan oleholeh, kini Nena Collection berhasil bekerja sama dengan toko-toko di kota lain.

"Kalau di industri tekstil sendiri, saya lihat peminatnya enggak ada matinya. Apalagi kebetulan saya tinggal di kota wisata, selalu banyak wisatawan yang butuh oleh-oleh. Jadi laku terus di toko souvenir. Ada beberapa kota lain yang di-supply juga dan semuanya toko oleh-oleh," jelas Erna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau