Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Bisnis Grosir dan Bisnis Eceran, Catat!

Kompas.com, 17 November 2024, 17:00 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di berbagai sektor bisnis, ada jenis penjualan dengan sistem grosir maupun eceran. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, tetapi pada dasarnya UMKM perlu tahu sistem penjualan mana yang paling cocok dan menguntungkan untuk bisnisnya.

Untuk itu, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa saja perbedaan antara bisnis grosir dan eceran, mulai dari pengertian hingga perbedaan di setiap aspeknya, seperti yang dilansir dari Gramedia.com berikut ini,

Pengertian Bisnis Grosir

Bisnis grosir adalah jenis usaha dengan membeli barang dalam jumlah besar langsung dari produsen, distributor, atau pemasok utama dan menjualnya kembali kepada pengecer, pedagang kecil, atau bisnis lain dalam jumlah yang lebih kecil.

Baca juga: Transaksi Reversal dan Refund: Perbedaan dan Penjelasan Resikonya

Keuntungan utama dari bisnis grosir ini terletak pada volume penjualan yang besar, meskipun margin per unit biasanya kecil. Terkadang mereka juga menyesuaikan kuantitas sesuai dengan kebutuhan pasar. Contoh bisnis grosir seperti grosir makanan, pakaian, barang elektronik, hingga grosir online

Pengertian Bisnis Eceran

Bisnis eceran adalah jenis usaha yang menjual barang atau jasa langsung kepada konsumen untuk digunakan atau dikonsumsi secara pribadi, bukan untuk dijual Kembali. Bisnis eceran melayani kebutuhan langsung masyarakat dengan menawarkan produk dalam jumlah kecil atau satuan.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan White Label dan Private Label

Tujuan utama dari bisnis eceran adalah memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh barang atau jasa yang mereka butuhkan. Kebanyakan bisnis eceran memiliki lokasi yang mudah diakses, variasi produk, dan tempat berbelanja yang nyaman.

Contoh bisnis eceran seperti toko kelontong, supermarket, minimarket, toko pakaian, apotek, dan bisnis berbasis online seperti e-commerce. Bisnis eceran ini dapat dijalankan melalui gerai atau toko, maupun melalui platform online.

Perbedaan Bisnis Grosir dan Eceran di Berbagai Aspek

1. Biaya

Dalam bisnis grosir, pembelian dilakukan dalam jumlah besar langsung dari produsen atau distributor, sehingga harga per unitnya jauh lebih rendah. Meskipun harga unitnya lebih hemat, tetapi biaya operasional grosir cenderung lebih tinggi karena mencakup pengadaan stok besar, penyimpanan, dan distribusi ke pengecer.

Baca juga: Perbedaan Izin Edar BPOM dan PIRT, Pebisnis Kuliner Wajib Tahu!

Sebaliknya, bisnis eceran yang membeli barang dalam jumlah kecil dari grosir atau distributor perlu mengeluarkan harga lebih tinggi per unit. Selain itu, memang biaya operasional eceran cenderung lebih kecil, tetapi mereka perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk promosi dan memberikan pengalaman belanja yang nyaman kepada konsumen.

2. Ukuran Jenis Produk

Bisnis grosir biasanya menawarkan stok dalam jumlah besar untuk setiap produk, tetapi cenderung dengan variasi jenis yang lebih sedikit. Hal ini karena fokus mereka adalah menyediakan barang yang diminati oleh pengecer dalam skala besar.

Baca juga: Perbedaan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah, Catat!

Sementara bisnis eceran, cenderung menawarkan lebih banyak variasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Stok eceran biasanya lebih kecil per item karena barang dijual langsung kepada konsumen dalam jumlah satuan.

3. Modal

Jika berbicara mengenai modal, bisnis grosir terbilang membutuhkan modal lebih besar karena harus membeli produk dalam jumlah besar sekaligus, mengelola inventaris besar, dan sering kali memerlukan gudang untuk penyimpanan.

Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Logo dan Merek Bisnis

Sementara itu, bisnis eceran membutuhkan modal yang lebih kecil karena membeli produk dalam jumlah yang lebih sedikit. Namun, eceran mungkin memerlukan investasi tambahan dalam pengelolaan toko fisik atau platform e-commerce, serta untuk pemasaran yang lebih intensif.

4. Jangkauan Penjualan

Bisnis grosir memiliki jangkauan penjualan yang lebih luas karena mereka melayani pelanggan bisnis seperti pengecer, distributor kecil, atau bahkan grosir lainnya di berbagai lokasi. Meskipun tidak langsung berhubungan dengan konsumen, tak jarang bisnis grosir sudah memiliki pelanggan tetap yaitu para pengecer setiap bulannya.

Baca juga: Pahami Perbedaan Strategi dan Taktik Bisnis, Jangan Sampai Salah

Sebaliknya, bisnis eceran memiliki jangkauan yang lebih terbatas, baik di toko fisik maupun online, karena mereka melayani konsumen individu yang membutuhkan barang untuk penggunaan pribadi.

5. Kegiatan Promosi

Dalam bisnis grosir, biasanya promosi tidak terlalu berpengaruh. Terlebih lagi mereka menjual produk dalam jumlah besar dan sudah tahu siapa target pasarnya yaitu pengecer atau distributor tetap, jadi promosi sepertinya tidak terlalu berpengaruh.

Baca juga: Apa Perbedaan Owner dan Founder? Simak Penjelasannya

Berbeda dengan bisnis eceran, dalam kegiatan promosi mereka harus lebih aktif untuk menarik perhatian konsumen. Karena bisnis eceran bergantung pada konsumen dan menjual produk satuan, sehingga perlu menarik konsumen sebanyak-banyaknya melalui promosi.

Jangan heran jika bisnis eceran sering menggunakan iklan, diskon, event khusus, atau strategi digital marketing seperti media sosial dan e-commerce untuk meningkatkan penjualan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau