Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau Buka Toko Kelontong? Simak Strateginya Berikut

Kompas.com - 27/01/2022, 10:37 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernah terbesit ide punya toko kelontong sendiri? Ya, punya toko memang menyenangkan karena uang berputar tanpa kamu bersusah payah bekerja.

Tapi sebelum memulainya, kamu juga harus paham persiapan yang perlu dilakukan. Nah, apa saja persiapannya?

  • Cari Lokasi yang Strategis

Strategis di sini tentu toko harus dekat dengan market yang disasar. Jika kamu ingin buka toko kelontong, cari lokasi yang banyak penduduknya dan akses mudah. Lokasi seperti ini memudahkan konsumen untuk datang ke toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Produk Unggulan Ekspor Indonesia, Apa Saja?

  • Sesuaikan Usaha dengan Modal

Langkah selanjutnya adalah tentukan barang-barang yang hendak dijual. Baiknya kamu mencicil barang-barang yang akan dijual ketimbang langsung menjual barang dengan lengkap. Seiring dengan berjalannya waktu, toko kelontongmu akan lengkap.

Mencicil barang yang dijual ini merupakan upaya agar kamu tidak terlalu terbebani oleh modal yang besar. Baiknya keuntungan yang didapat, dibelikan lagi barang dagangan agar modalmu terus bertambah.

  • Dapatkan Tempat Kulakan yang Murah

Jika semuanya sudah siap, kamu tinggal memulai belanja membeli barang dagangan yang akan dijual. Kamu harus tahu tempat kulakan yang paling murah sehingga bisa dijadikan langganan.

Baca juga: UMKM akan Dimudahkan Peroleh Sertifikasi Halal lewat LPH Swasta

  • Tempatkan Barang Sesuai Kelompoknya

Menata barang dagangan merupakan sebuah kunci yang penting bagi pelanggan memperoleh barang yang dicarinya dengan mudah.

Atur jangan sampai berantakan. Pisahkan makanan dengan barang-barang lain seperti sabun, dan sebagainya.

  • Jaga Kebersihan

Setiap hari kamu harus membersihkan toko kelontongmu agar nyaman dan sedap dipandang mata. Toko yang rapi dan bersih akan membuat konsumen merasa nyaman dan akan kembali lagi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau