Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Menyiasati Kenaikan Harga Minyak Goreng bagi Pebisnis Kuliner

Kompas.com - 02/03/2022, 11:29 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Naiknya harga minyak goreng tentu berpengaruh terhadap pelaku usaha kuliner. Selain membuat biaya produksi menjadi naik, naiknya komoditas tersebut juga turut menyebabkan kualitas produk menjadi menurun.

Bagaimana pun, bisnis kuliner sangat tergantung dengan minyak goreng. Tak hanya untuk menggoreng, bahan baku ini juga menjadi bagian yang tak terpisahan dalam pembuatan berbagai makanan. 

Karena itu, ada sejumlah strategi yang bisa digunakan agar bisnis kuliner tetap optimal meskipun harga minyak goreng masih melambung.

Baca juga: Kunci Sukses Memulai Bisnis Kecil-Kecilan

1. Perbanyak masakan yang dimasak tanpa digoreng

Jika bisnis kuliner kamu banyak menyediakan makanan yang digoreng, coba mulai dikurangi guna menekan biaya pengeluaran untuk minyak goreng. Sebagai gantinya, bisa membuat makanan yang dimasak dengan cara lain yang tidak terlalu membutuhkan banyak minyak goreng. Entah direbus, maupun dibakar.

 2. Jaga kualitas minyak goreng bekas pakai

Istilahnya minyak jelantah. Agar minyak bekas masih punya kualitas yang bagus, baiknya saat menggoreng pertama kali tidak menggunakan api yang besar. Gunakan api sedang untuk memasak agar minyak yang telah digunakan bisa dipakai lagi.  

3. Tampung dan pilah jelantah di tempat bersih

Jika minyak yang telah dipakai masih ada, tempatkanlah di wadah yang bersih. Baiknya dipisahkan antara minyak yang bekas dipakai untuk menggoreng ikan atau daging-dagingan dengan minyak bekas untuk menggoreng bahan makanan berbahan sayuran.

Ini perlu dilakukan agar minyak bekas yang akan dipakai tidak bau dan bisa digunakan untuk menggoreng sesuai dengan bahan bakunya.

Baca juga: Tips Menjadi Wirausaha yang Sukses

4. Kurangi tepung kering

Tepung kering memang bisa membuat makanan yang digoreng menjadi renyah seperti kerupuk. Namun yang perlu dicatat, penggunaan tepung kering membutuhkan minyak goreng yang lebih banyak. Belum lagi, sisa endapan yang terkadang susah untuk dibersihkan. 

Untuk itu, baiknya gunakan tepung basah yang tidak terlalu butuh banyak minyak goreng.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau