Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Anjlok dan Bangkrut? Begini Caranya untuk Kembali Bangkit

Kompas.com - 30/07/2023, 16:19 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Dalam bisnis, bangkrut merupakan risiko yang akan selalu membayangi setiap langkahnya. Semacam titik balik, terkadang kebangkrutan merupakan bahan bakar paling ampuh yang bisa menempa seorang pengusaha agar jadi lebih kuat.

Saat merintis bisnis dan gagal, seseorang akan dihadapkan dengan dua pilihan. Antara menyerah dan berhenti atau kembali bangkit untuk mencapai apa yang sempat hilang sebelumnya.

Memang bukan hal yang mudah untuk bangkit, apalagi setelah mengalami keterpurukan dalam bisnis. Dilansir dari Cermati.com, berikut ini beberapa tips cerdas untuk bisa bangkit dari kebangkrutan dan kembali semangat dalam berbisnis.

1. Lapang Dada Menerima Keadaan

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terdengar klise. Namun, menerima keadaan bisnis yang bangkrut dengan hati yang lapang menjadi hal terpenting untuk dilakukan.

Selain agar tidak membuat diri sendiri tertekan, ini juga akan membantu Anda untuk bisa lebih berpikir jernih, sehingga lebih mudah dalam mengambil keputusan dan langkah terbaik selanjutnya.

Penting untuk diingat, bahwa menerima keadaan dengan lapang ini bukan berarti Anda pasrah. Diibaratkan seperti sedang terlilit benang yang kusut, inilah saatnya untuk ‘memotong’ semuanya lalu mengganti benangnya dengan yang baru.

Ini artinya, jangan habiskan waktu untuk meratapi kebangkrutan tapi mulailah untuk menerima keadaan. Dengan begitu, Anda bisa melihat setiap masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tidak melulu dari sisi negatif.

2. Identifikasi Masalah yang Memicu Kegagalan

Segala sesuatu yang terjadi pasti karena ada alasan tertentu dibaliknya. Tak terkecuali dengan kegagalan bisnis yang sedang di saat ini.

Cari tahu apa saja kesalahan yang mungkin menjadi penyebab atau akar masalah yang menjadi pemicunya. Hal ini akan membantu Anda untuk melakukan evaluasi terhadap bisnis dan belajar dari kesalahan yang terjadi.

Dengan begitu, menemukan solusi dan inovasi akan menjadi lebih mudah dilakukan. Ini pula yang kemudian bisa jadi batu loncatan untuk kembali bangkit menata masa depan pasca bangkrut terjadi.

3. Jeli Melihat Peluang yang Ada di Depan Mata

Bangkit kembali setelah terpuruk memang bukan suatu hal yang mudah. Namun, tak sedikit yang berhasil membuktikan. Salah satunya dengan mengelaborasi konsep bisnis dengan tren gaya hidup dan belanja masyarakat.

Di sini Anda bisa memanfaatkan tren atau memperhatikan kebutuhan dari yang ada di lingkungan sekitar terlebih dahulu. Mulai dari tingkat kebutuhan masyarakat hingga rutinitas produk atau jasa yang digunakan.

4. Bisa Beradaptasi Dengan Setiap Perubahan yang Muncul

Tak bisa dipungkiri bahwa beberapa tahun belakangan, teknologi telah membuat banyak perubahan terhadap sektor industri. Salah satunya adalah usaha warung internet atau warnet yang mulai tergeser dengan keberadaan smartphone.

Kemungkinan besar beberapa tahun mendatang, keberadaan warnet sudah bukan lagi sesuatu yang dibutuhkan. Karena hampir semua hal yang tadinya hanya bisa diakses di warnet sudah ada di genggaman.

Perubahan semacam inilah yang sulit dicegah dan seringkali menjadi penyebab kegagalan atau kebangkrutan yang dialami pelaku usaha. Inilah alasannya mengapa mereka perlu memiliki kemampuan beradaptasi yang memadai.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau