Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini 6 Peluang Bisnis Bagus Usai Badai Covid-19 Reda

Kompas.com, 1 April 2022, 17:19 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

Peluang ini bisa kamu jadikan bisnis menjual perabotan rumah tangga. Seperti, peralatan sutil masak, penggorengan, hiasan dinding, kotak sepatu lipat, gantungan baju, dan masih banyak lainnya.

Tak perlu menjual perabotan rumah tangga yang berat dan mahal, misalnya lemari pakaian dari kayu jati, rak piring besar. Cukup jual barang rumah tangga yang simpel yang bisa dibongkar pasang dan ringan.

5. Pelatihan atau bimbel online

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Mereka akan mulai menata hidup dan mencari pekerjaan lagi saat ekonomi bergeliat lagi seperti sekarang.

Perusahaan pun akan mulai kembali merekrut karyawan berkompeten sebagai strategi mendongkrak kinerja perusahaan pasca pandemi. Buat kamu yang punya keterampilan dan keahlian khusus, misalnya fotografi, SEO digital marketing, design grafis, bahasa asing, menguasai pembelajaran bagi siswa siswi sekolah, atau lainnya, coba buka kursus atau pelatihan online.

Supaya orang yang ingin menambah keahlian ataupun memperdalam kemampuan, bisa belajar darimu. Selain dapat uang, secara tidak langsung kamu membantu orang lain untuk mengasah keterampilan. Membantu para pelajar agar lebih berprestasi dan memahami materi pelajaran yang dianggap sulit.

6. Kecantikan dan kosmetik

Wanita pasti ingin selalu tampil cantik dan glowing meskipun di rumah saja. Bahkan saat ini, yang pakai skincare, bukan hanya kaum hawa. Banyak kaum pria pun menggunakan produk kecantikan agar wajah tampak mulus.

Ini bisa menjadi lahan bisnis menguntungkan untukmu, seperti jualan bedak, lipstik, serum wajah, pelembap wajah, handbody lotion, pencuci muka, krim jerawat, dan sebagainya.

Tak perlu repot produksi sendiri. Sebab, pastinya membuat produk kosmetik butuh pabrik, mesin canggih, dan tenaga kerja yang berkompeten. Modalnya besar.

Kamu bisa menjual produk kosmetik ternama. Caranya dengan menjadi reseller atau agen. Modalnya tidak terlalu besar dan paling penting jago komunikasi, serta pendekatan ke konsumen. Dijamin konsumen bakal luluh kena ‘rayuan maut’ kamu.

Hindari menjual produk kosmetik palsu. Jika ketahuan atau ada korban yang melaporkan ke pihak kepolisian, bukan hanya bisnismu yang mati, tetapi juga bisa terancam masuk penjara.

Pilih Bisnis yang Kamu Sukai

Ada banyak peluang bisnis yang pas di era new normal. Pilih bisnis yang kamu sukai, kuasai agar nyaman dalam menjalankannya. Jika bisnis nantinya dijalankan dengan sepenuh hati, hasilnya pun akan maksimal.

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau