Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunakan Kapas Asli Lombok, Kerajinan Rajut Buatan Sri Wahyuni Laris di Pasaran

Kompas.com - 22/06/2022, 20:09 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Inovasi Produk gunakan Bahan-bahan Tradisional

Dalam perjalanannya, Yuni mulai melakukan inovasi, yakni mengembangkan usaha produk-produk turunan rajut dengan merambah ke fesyen.

"Awalnya kami membuat jilbab ready to wear dan kemudian berkembang dengan membuat jilbab berdasar pesanan," jelas dia.

Tak hanya jilbab, Yuni juga menggarap pakaian ready to wear dan membuka jasa menjahit. Bahkan lebih jauh lagi, produk-produk Yuni juga ikut dipamerkan dalam berbagai event fashion show.

Hingga pada penghujung 2021, Yuni mengikuti sebuah lomba yang di adakan oleh Dekranasda NTB. Dalam kegiatan tersebut dia membuat sebuah produk tas yang terbuat dari bahan pollyester dan menambahkan unsur tenun NTB di dalamnya.

"Saat itu saya menggunakan Tenun Gumise yang berasal dari Desa Giri Tembesi Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Kemudian saat penjurian, dia berkenalan dengan Lalu Hilman Afriandi, pegiat, pemerhati dan pengusaha songket NTB. Songket-songket yang dibuat Hilman menggunakan bahan dari kapas Lombok yang di warnai dengan bahan pewarna alam.

Semenjak itu, Yuni mulai belajar menggunakan bahan-bahan alami untuk produk-produk yang dibuatnya.

Tak lupa pula, Yuni juga mengikuti pelatihan lain untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Salah satunya adalah pelatihan membuat konten media sosial yang diselenggarakan Kompas.com bersama dengan Kemenkop UKM.

Kampanyekan Bahan Baku Alami

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku alami, Yuni mulai melebarkan jejaring. Salah satunya dengan bermitra dengan seorang pemintal benang tradisional di Lombok Tengah yang bernama Inak Kecoh. Selain pemintal benang, Inak Kecoh juga menjadi salah satu petani kapas.

Semenjak itu, Yuni mulai meninggalkan benang polyester dan beralih ke bahan baku alami untuk beberapa jenis produk.

Baca juga: Ikan Gegaring, Bahan Baku Produk UMKM asal Samarkilang Aceh yang Bernilai Jual

"Saya juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas, bahwa produk rajutan tertentu bisa di buat dengan benang kapas alami.

Menurut Yuni, benang yang terbuat dari kapas, bisa dibuat menjadi sebuah produk rajutan dengan ciri khas tersendiri.

"Karena teksturnya yang berbeda dari benang pabrikan atau polyester, benang kapas Lombok saat ini terbatas di buat untuk beberapa jenis produk saja," kata dia.

Beberapa produk yang bisa buat dari benang kapas Lombok antara lain seperti syal, topi, pakaian dan sandal rumah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau