Editor
Produk-produk tersebut dibuat oleh Nimas dengan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar tempatnya tinggal.
Untuk pemasaran, Nimas menjual produk-produknya itu di beberapa kota di Kalimantan Utara seperti Bulungan dan Tanjung Selor.
Baca juga: Lepas Posisi Nyaman sebagai Bankir BUMN, Pasangan Ini Sukses Berbisnis Camilan
Guna membantu pemasaran, Nimas juga memanfaatkan Whatsapp untuk menawarkan produk-produk tersebut.
Nimas berprinsip bahwa transmigrasi tidak harus bertani. Dia bisa bangkit dan bisa setara dengan warga kota dengan cara berbisnis dan mengolah bahan baku menjadi punya nilai.
"Jadi, saya tidak akan berhenti mengembangkan usaha ini, sampai usaha ini dapat menyejahterakan masyarakat di sekitarnya," pungkas dia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.