Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Kiat Dasar agar Produk UMKM Tembus Pasar Global

Kompas.com, 17 September 2022, 11:16 WIB
Gabriela Angelica,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah jadi cita-cita setiap pelaku usaha kecil untuk bisa menembus pasar global. Dan bisa jadi, Anda salah satu dari pelaku usaha yang memiliki mimpi itu.

Ketika berhasil mengembangkan bisnisnya dan meraih pencapaian secara lokal, bukan tidak mungkin usaha Anda mencapai area konsumen yang lebih luas.

Untuk bisa menghadapi pasar global memang tidak mudah karena produk UMKM akan bersaing dengan produk luar. Maka dari itu, dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengembangkan UMKM agar dapat bersaing dan mencapai standar pasar global.

Baca juga: OJK Dorong Pengembangan UMKM Daerah Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Simak tiga aspek utama yang perlu diperhatikan dalam memasang strategi menuju pasar global berikut ini:

1. Jenis Produk

Langkah paling penting dalam memulai UMKM adalah menentukan produk apa yang ingin dipasarkan. Selain mempertimbangkan kebutuhan konsumen, Anda perlu melakukan riset dan inovasi dari kebutuhan tersebut. Mulai dari selera pasar, besarnya peluang, tren, dan tentunya kemampuan Kita sebagai pelaku usaha.

Kalau usaha yang dirintis sudah bisa menarik pasar dan berjalan secara stabil, artinya produk sudah memiliki nilai dari segi kualitas dan dapat bersaing di tengah tingginya kompetisi. Tugas selanjutnya adalah membuat riset terbaru dan menyesuaikan produk Anda agar bisa dijual dan mencapai standar pasar global.

2. Sumber Daya Manusia yang Berkualitas

Meningkatkan kualitas produk agar bisa mencapai standar pasar global memang tidak mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan tangan-tangan yang juga berkualitas dalam memproduksi barang atau suatu layanan.

Selalu lakukan seleksi dan pemilihan calon pekerja yang akan membantu Anda. Jangan sembarang memilih hanya karena 'membutuhkan' skill dan kecakapan dalam melayani sangat dibutuhkan untuk menaikkan standar usaha.

Baca juga: UMKM Binaan Pertamina Berhasil Menarik Pasar Global di Belanda

3. Lokasi dan Platform

Penetapan dan penyusunan harga memang penting, tapi untuk menembus pasar global yang lebih luas, lokasi dan platform yang digunakan adalah kunci utama aspek yang perlu diperhatikan.

Medium digital adalah hal wajib yang perlu dimiliki. Anda dapat memiliki website mandiri atau menggunakan peran marketplace guna memasarkan produk. Sederhananya, layanan yang mengiringi pemasaran produk wajib bertransformasi digital.

Jika Anda memiliki modal lebih, memiliki toko fisik juga jadi aspek yang dapat meningkatkan value dan citra usaha agar terlihat lebih terpercaya. Pemilihan lokasi harus melalui riset agar penempatannya strategis dan membantu penjualan.

4. Pemasaran yang Efektif

Kekuatan media sosial harus dimanfaatkan dengan baik apabila Anda ingin memperluas pemasaran produk. Gunakan fitur-fitur media sosial semaksimal mungkin dan gunakan kekuatan digital untuk menarik perhatian konsumen luar. Perlahan, tapi pasti.

Itulah hal dasar yang perlu diperhatikan agar usaha Anda bisa masuk ke pasar global. Jika masih terkendala dan belum terlalu mengerti, saat ini sudah banyak program bantuan dari pemerintah dan non-pemerintah yang bukan hanya memberi bantuan pendanaan.

Anda bisa mengajukan program pendampingan atau bimbingan dan belajar dari banyak kisah sukses UMKM yang sudah ada. Selain mengikuti program jangka panjang, perhatikan juga event pemerintah yang bertujuan mengajak UMKM lokal berkolaborasi menembus pasar global secara rutin.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau