Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Febri Yunarta, Pengrajin Lukisan Sabut Kelapa Asal Medan

Kompas.com, 11 Januari 2023, 17:05 WIB
Gabriela Angelica,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sebelum merintis bisnis Creabrush ini, Febri mengakui dirinya sempat bekerja untuk hal lain dan membuat kerajinan furniture berupa kursi berbahan dasar gantungan baju.

Namun, pada masanya, produk kerajinan tersebut hanya dipasarkan pada periode tertentu, seperti saat bulan Ramadhan dan akhir tahun. Peminatnya pun tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

“Akhirnya saya berpikir, bahwa prospek penjualan kursi dari gantungan tersebut agak berat. Oleh karena itu, muncul ide baru ini (produk kerajinan dari sabut kelapa),” ungkap Febri.

Dari pengalamannya yang cukup panjang dalam mengembangkan hobi menjadi bisnis tersebut, Febri menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan pembelajaran berharga.

Ia memutuskan resign dari pekerjaan dan project sebelumnya, untuk melanjutkan bisnis dari sabut kelapa itu.

“Setelah muncul ide baru ini, baru saya resign dari pekerjaan. Ternyata, ada pengalaman bagus untuk saya, jangan berhenti dulu sebelum betul-betul stabil usahanya,” pungkas Febri.

Baca juga: Dicurhati Petani, Teten Masduki Siap Dukung Pembangunan Pabrik Olahan Kelapa Sawit

Sampai saat ini, Creabrush terus berkembang melalui produk karya dari sabut kelapa.

Febri juga terus meng-explore variasi produk di dalam brand-nya agar lebih beragam, salah satunya lewat bahan dasar lidi dari limbah perkebunan sawit yang dikembangkan sekitar 2019.

Lidi-lidi yang dikumpulkan tersebut sudah dijadikan beberapa inovasi produk baru, seperti tas, dompet, dan notebook.

Untuk kesempatan ekspor, Febri mengakui produk-produknya memang belum pernah mendapatkan pesanan ke luar negeri dalam jumlah besar, sehingga dirinya enggan menyebut hal tersebut sebagai ‘ekspor’.

Namun, ia sudah beberapa kali mendapatkan pesanan produk dari konsumen luar negeri yang biasanya dititipkan pada relasi mereka yang ada di Jakarta. Bahkan, salah satu destinasi terjauh pengiriman produk Creabrush adalah ke Afrika Selatan.

Baca juga: Percepat Hilirisasi Produk Kelapa, KemenKopUKM Bangun Rumah Produksi Bersama di Minahasa Selatan

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau