Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong UMKM Naik Kelas, Bea Cukai Sosialisasi Tata Laksana Ekspor Mandiri

Kompas.com, 20 April 2023, 16:05 WIB
Zalafina Safara Nasytha,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com– Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2023, surplus perdagangan Indonesia mencapai 5,48 miliar USD, meningkat dari Januari 2023 yang berada pada nilai 3,88 miliar USD.

Tren surplus ini perlu dipertahankan untuk dilanjutkan secara berkelanjutan demi mendukung pemulihan ekonomi Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan ketahanan ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bea Cukai Tegal Kanwil dan Bea Cukai Jateng DIY melakukan sosialisasi ekspor dan koordinasi antarpemerintah sebagai bentuk dorongan bagi UMKM agar dapat naik kelas.

Baca juga: MenkopUKM Perkuat Sinergi dalam Mempercepat Sertifikasi Halal, NIB, dan SNI bagi UMKM

“Sayangnya, potensi ini belum diimbangi pengetahuan para pelaku usaha mengenai tata laksana ekspor sehingga diadakan kegiatan bertajuk Sekolah Ekspor, Bea Cukai Tegal bersama Komunitas Muda Berbahaya sebagai bentuk sosialisasi kepada sejumlah 20 pelaku UMKM di Kabupaten Batang,” ujarnya mengutip rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (20/4/2023).

Yang menjadi fokus utama adalah memberikan pemahaman kepada tiap-tiap pelaku UMKM, agar dapat melakukan ekspor terhadap produk-produk yang dihasilkannya.

Hingga sejauh ini, tercatat sudah ada 2 pelaku UMKM yang melakukan ekspor mandiri, sementara sisanya masih menggunakan bantuan dari pihak ke-3.

Baca juga: Bank Indonesia Tingkatkan Akses Keuangan UMKM dari Sisi Supply dan Demand

Yudi menyebutkan ada beberapa produk yang sudah berhasil diekspor, antara lain getah, sarang burung walet, sarung goyor, dan rempah.

Harapannya, melalui kegiatan ini nantinya para pelaku UMKM dapat melakukan ekspor secara mandiri sesuai dengan pemahaman yang telah diberikan.

Sementara itu, di Semarang, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mengadakan pertemuan secara online dalam bentuk Sharing Session Business Matching UMKM, pada Kamis (13/4/2023) lalu yang bsertujuan memaksimalkan potensi UMKM melakukan ekspor mandiri.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono, mengatakan bahwa business matching merupakan pertemuan bisnis yang terjadwal antara pelaku bisnis dengan calon mitra supplier maupun calon mitra distributor.

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini Tiga Tips Memilih Negara Tujuan Ekspor

Melalui cara ini, akan terjalin relasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Atase Perdagangan negara tujuan yang mana hal ini tentunya dapat membantu UMKM untuk lebih berkembang lebih maju.

Eko menambahkan, presentasi produk merupakan salah satu kunci penting dalam kegiatan business matching.

“Para pelaku UMKM harus menyiapkan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, dan packaging. Selain itu, para UMKM juga perlu membuat presentasi pengenalan produk melalui media daring, seperti YouTube yang memuat profil perusahaan, pengenalan perusahaan, dan nilai perusahaa dengan menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Eko.

“Setelah UMKM dirasa siap, Bea Cukai dapat komunikasi informal dengan KBRI di negara tujuan, apabila komunikasi itu telah dilakukan, selanjutnya ada dua kemungkinan yaitu apakah melakukan proses business matching atau langsung dikenalkan praktisi yang berada di negara tujuan,” pungkasnya.

Baca juga: Pemerintah Dorong Sertifikasi Halal UMKM untuk Raih Peluang Pasar Dunia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau