Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Hariono, Pengrajin Rotan yang Berdayakan 200 Ibu Rumah Tangga

Kompas.com, 10 Oktober 2023, 21:27 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Jakarta, Kompas.com – Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia yang menguasai pasar rotan sekitar 80 persen. Rotan menjadi salah satu bahan baku yang memiliki banyak manfaat.

Hal ini yang dimanfaatkan Hariono (42) untuk mengolah rotan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah.

Hariono merupakan owner dari Unique Lombok yang didirikan pada tahun 2010. Ia melihat adanya peluang besar dari potensi sumber daya rotan yang ada di kampung halamannya.

Baca juga: Cerita Siswa SMA IAS Al- Jannah Merintis Bisnis Batik Ramah Lingkungan Anagata

“Di kampung saya itu memang sentra kerajinan rotan sudah sejak lama. Tapi memang, dulu hanya dua sampai 3 bentuk saja. Kemudian saya coba untuk mengembangan desain bentuk sesuai tren di pasaran,” tutur Hariono saat ditemui Kompas.com pada pameran INACRAFT 2023 di JCC, Senayan pada Kamis (5/10/2023).

Dari Pekerja Menjadi Pengusaha

Sebelum memutuskan untuk menjadi pengusaha kerajinan rotan, Hariono pernah menjadi pegawai di salah satu usaha kerajinan rotan punya keluarga yang ada di Bali.

“Tahun 2004-2007 saya bekerja di toko Ratna Artshop yang bertempat di Bali. Lalu pada tahun 2010 akhirnya saya coba untuk usaha sendiri,” ungkap Hariono.

Baca juga: Cerita Roy Anugrah, Perajin Kayu yang Produknya Sampai Spanyol

Hariono memulai usaha Unique Lombok dari tahun 2010 dengan bermodalkan Rp5 juta dengan mengandalkan direct sell yakni langsung menjual ke sentra kerajinan seperti di Bali maupun Yogyakarta.

Usaha tersebut diberi nama Unique Lombok karena produk kerajinan Unique Lombok memiliki ciri khas dan pola anyaman unik yang merupakan khas dari daerah Lombok.

Produk Unique Lombok pada pameran INACRAFT 2023 di JCC, Senayan, Jakarta pada Kamis (5/10/2023).Nur Wahyu Pratama Produk Unique Lombok pada pameran INACRAFT 2023 di JCC, Senayan, Jakarta pada Kamis (5/10/2023).

Tantangan dan Menipisnya Sumber Daya Rotan di Lombok

Hariono mengungkapkan, dirinya sempat mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku rotan. Ini karena sumber daya rotan semakin menipis seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Ingin Membangun Bisnis dengan Teman? Simak 5 Tips dari COO Denyut Bumi

“Untungnya kita ada pemasok rotan dari tetangga kita, yakni Sumbawa dan sebgaian dari Nusa Tenggara Timur (NTT),” lanjut Hariono.

Bukan hanya itu, banyaknya pesaing merupakan tantangan yang dihadapi oleh Hariono dalam menjalankan usaha Unique Lombok.

Tak berdiam diri, Hariono tersebut melakukan differensiasi produk dengan menambah ciri khas dan pembeda, baik dari desain atau model dibandingkan kompetitor.

Selain itu, ongkos kirim ke luar negeri juga menjadi hambatan Hariono dalam menjalankan usahanya. Bahkan, banyak konsumen loyalitas luar negeri yang mengeluhkan tingginya ongkos karga ke negara tujuannya.

Baca juga: Era Marketing 5.0, Apa yang Harus Dilakukan Pelaku Usaha?

Berdayakan 200 Pengrajin

Di Lombok, khususnya di Kampung Hariono terdapat banyak sekali pengrajin rotan. Mayoritas para pengrajin merupakan ibu rumah tangga yang menganyam hanya sekadar mengisi waktu luang ketika pulang dari bertani atau berkebun.

“Di kampung saya itu ada ribuan pengrajin rotan. Di sana masyarakatnya kreatif-kreatif. Meskipun demikian, saya biasanya hanya mengambil produk dari 100-200 pengrajin saja sesuai dengan kebutuhan kita,” jelasnya.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau