Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Jesslyn, Rintis Bisnis Alat Kecantikan dan Dilirik Toko di New York

Kompas.com, 9 Oktober 2023, 19:00 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Jakarta, Kompas.com – I am Addicted (IAA) merupakan brand lokal Indonesia yang menyuguhkan berbagai alat kecantikan. Jesslyn Octivani mulai merintis bisnis IAA sejak tahun 2015.

“Tahun 2015 saya baru lulus kuliah dan sempat ingin bekerja di salah satu brand internasional bagian purchasing tapi saya tolak. Saat mau graduation, saya bosen, jadi saya coba mengikuti fashion di dunia make up. Zaman dulu belum ada lokal brand, jadi saya coba jual beli dulu brand orang lain,” ujar Founder I Am Addicted, Jesslyn Octivani (30) kepada Kompas.com saat ditemui di Oh Beauty Festival 2023 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada Jum’at (6/10/2023).

Baca juga: Manfaatkan Limbah Logam, Edi Waluyo Sukses Jualan Jam Unik hingga Mancanegara

Jesslyn memulai usahanya karena menyukai fashion dan alat kecantikan. Ia awalnya memulai bisnis kecil-kecilan di online shop dengan menjual brush dari brand internasional.

“Saat masih jual di online shop, saya tidak keluar uang sepeser pun, saya menggunakan sistem Pre-Order (PO). Sistem ini mengharuskan pembeli memesan terlebih dahulu baru kita beli produknya. Tapi saat kita coba ready stock modal awal hanya Rp5 juta,” tuturnya.

Selain itu, pada tahun tersebut di Indonesia banyak bermunculan Make Up Artist (MUA). MUA itu membeli make up dan alatnya mahal. Apalagi kalau hanya ada di luar negeri. Tentunya, peluang ini dimanfaatkan oleh Jesslyn.

Baca juga: 7 Ide Bisnis Sampingan untuk Ayah, Wajib Dicoba

“Akhirnya, di penghujung tahun 2016, Brand I Am Addicted memutuskan membuat produk alat kecantikan sendiri” katanya.

Produk I Am AddictedNur Wahyu Pratama Produk I Am Addicted

Sulitnya Mencari Pasar

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pastinya kesulitan mencari pasar untuk brand barunya. Hal itu yang dirasakan oleh Jesslyn dalam mencari pasar pada tahun 2018.

“Zaman dulu saya menjual produk orang lain yang sudah punya ternama dan punya pasar. Berbeda dengan brand saya yang baru menciptakan produk sendiri yang belum ternama dan belum punya pangsa pasar. Untuk itu, saya harus branding usaha saya lagi dari awal,” ungkap Jesslyn.

Baca juga: 4 Tips Sukses Co-founder Aca Craft by Abella Menggaet Konsumen Luar Negeri

Tak berdiam diri, Jesslyn mencoba mempromosikan produknya agar dikenal oleh orang banyak dengan menggunakan jasa endorsment yang harganya kisaran Rp300.000 hingga Rp500.000.

Sudah Go Internasional dan Dilirik oleh Toko di New York

Produk alat kecantikan dari I Am Addicted sudah beberapa kali mendapatkan kesempatan keluar negeri dalam bentuk workshop.

“Saya juga sempat dilirik salah satu toko di New York. Tapi, saya masih memikirkan kapasitas saya, saya mampu atau tidak memenuhi permintaan di New York. Karenanya, penawaran ini masih on progress dan belum deal,” ungkapnya.

Baca juga: 7 Peluang Bisnis Menarik untuk Pecinta Binatang

Bukan hanya itu, Brand I Am Addicted juga sudah tersedia di beberapa e-commerce, media sosial, dan toko offline yang terletak di Ruko North Goldfinch RNG 12 Gading Serpong, Tangerang.

Usahanya bisa berkembang dan besar seperti ini karena Jesslyn terinspirasi dari salah satu brand besar dan menggunakan konsep ATM. Konsep ATM yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi.

“Kita boleh terinspirasi oleh brand besar di luar negeri, tapi bukan berarti kita plagiat. Kalau saya, Say No to Plagiarisme. Untuk itu, kita harus adaptasi dan terus belajar,” tutur Jesslyn..

Baca juga: 6 Cara Efektif Mengelola Keuangan Bisnis

Berkat kerja kerasnya, kini Brand IAA sudah mempunyai enam hingga tujuh karyawan dan memberdayakan freelancer saat ada event, foto, dan video produk.

Jesslyn berharap, brand I Am Addicted bisa sampai internasional karena usahanya bergerak lebih premium dibanding brand lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau